Our Diary.
to Share our Life Events


Masih perlukah ber GMKI saat ini?
Oleh : Jariston Habeahan

Masih adakah mahasiswa yang mau ber GMKI saat ini? Jika ada, mengapa ada orang yang masuk GMKI? Alasannya cukup beragam. Ada yang ingin mengisi kekosongan waktu, ingin pintar berbicara, mencari teman, karena GMKI suka jalan-jalan, dan adalagi yang mengatakan bahwa anggota GMKI orangnya moderat. Namun pada intinya mahasiswa mau berGMKI alasannya karena ketertarikan pada orang GMKI itu sendiri atau selling point dari kader-kader GMKI.
Setiap ulang tahun GMKI kita selalu menanamkan yang terbaik bagi GMKI kedepannya. Namun sejauh  apa perkembangan GMKI saat ini? Jika saat saya berGMKI, diskusi kelompok ataupun diskusi lepas masih eksis hingga dikenal baik oleh mahasiswa lainnya, bagaimana dengan sekarang? Begitu juga dengan euforia menulis di media seperti menulis koran, mading, ataupun buletin dikenal baik di GMKI FKM USU. Sekarang masih adakah orang yang berminat? Sehingga ada selling point yang membedakan antara anggota GMKI dan dan yang bukan anggota GMKI. Namun jika tidak lagi, apa jadinya?   
Dihari ulang tahun GMKI FKM USU yang ke 11 ini, sejenak kita harus bercermin dengan apa yang sudah kita lakukan, sehinga kita memperoleh “benang merah” dari makna ulang tahun GMKI FKM USU saat ini. Baik sisi positif berGMKI dan juga sisi negatifnya. Mahasiswa GMKI saat ini, adalah cerminan dari mahasiswa sebelumnya. Yaitu  kelompok mahasiswa yang care dengan kondisi bangsa, baik dalam diskusi maupun dalam tulisan untuk memfungsikan sisi kritis dari mahasiswa. Karena  disisi lain,  hal ini tidak begitu berarti bagi kelompok mahasiswa tertentu yang apatis terhadap perubahan zaman apabila tidak menyangkut dengan  nilai mata kuliah. Tapi justru hal inilah yang membedakan anggota GMKI dengan mahasiswa lainnya.  Tak perlu kwatir dengan hal tersebut, kondisi seperti ini sudah terpola dari masa ke masa, yang senantiasa diulang menjadi sebuah kebiasaan/trend yang bergeser sesuai perkembangan zaman.
         
Dampak Fasilitas Kampus
          Salah satu perkembangan zaman adalah ketersediaan fasilitas kampus. Bagaimana dengan fasilitas kampus FKM USU? Pada tahun 2004, saat penulis menjadi mahasiswa, penggunaan laptop belumlah seramai saat ini. Sebab kepemilikan laptop hanya satu berbanding 100 orang. Dimana jika  satu mahasiswa memliki laptop maka seratus mahasiswa  lagi belum memiliki laptop. Hal ini dipengaruhi oleh fasilitas kampus yang belum menyediakan wifi/hotspot. Namun saat mau mengakhiri proses perkuliahan saya tahun 2009 fasillitas kampus telah tersedia wifi dan sanggar mahasiswa untuk tempat bermain-main mahasiswa dengan dunia maya. Dengan adanya fasilitas diatas pada dasarnya pencarian ilmu begitu mudah melalui dunia maya yang semakin lengkap. Berbagai jenis makalah, skripsi, dan artikel lainnya bisa kita download dalam hitungan menit. Saking mudahnya, tugas-tugas makalah mahasiswa bahkan skripsi mahasiswa menjadi dominan hasil copy paste dari artikel dan skripsi yang tersedia di dunia maya internet. Ditambah lagi kehadiran facebook dan twitter memberikan kemudahan untuk besosialisasi tanpa dibatasi jarak dan waktu. Menambah asyiknya dunia mahasiswa.
Dunia mahasiswa yang  mempunyai waktu luang yang banyak, cenderung terjebak dengan kondisi seperti ini. Ketersediaan fasilitas yang cangih cenderung menghabiskan waktu pada hal-hal yang tak berguna, seperti berlama-lama dengan facebook dan twitter, asik bermain playstation, main bola/futsal yang berlebihan hingga menguras tenaga yang pada akhirnya tak sanggup lagi untuk belajar. Fakta ini sangat nyata dihadapan kita, seolah lupa diri apa tujuan sebagai mahasiswa.
          Pengalaman harusnya menjadi guru bagi kita. Pengalaman yang sama kita rasakan menjadi kekuatan untuk sama-sama membenahi dan melakukan koreksi terhadap apa yang terjadi sekarang untuk  dikemudian hari, khususnya pada saat kita akan  bekerja.  Jika ada diantara anggota GMKI yang memiliki kendala dalam hal study, tentunya penyebabnya ada. Oleh karena pelajaran berharga demikian menjadi pesan yang tidak boleh diabaikan begitu saja.
Mahasiswa saat ini akan jadi alumni FKM dimasa datang. Bagaimana dengan networking atau jaringan kerja? Pengalaman di GMKI menempah anggota GMKI sesuai dengan minat dan bakat untuk dunia kerja. Saya melihat alumni FKM sudah tersebar dimana-mana. Baik di instansi pemerintahan, BUMN, NGO termasuk juga  perusahaan-perusahaan swasta. Mereka adalah stakeholder yang menjadi salah satu kekuatan bagi anggota GMKI saat ini. apalagi fakta hingga saat ini hubungan senior dan junior di GMKI tidak diragukan lagi masih tetap eksis dan saling terjalin. Sehingga jaringan kerja masih dapat diandalkan hingga saat ini.
Setiap anggota GMKI memiliki kapasitas yang berbeda. Kapasistas yang minim baik dari segi jaringan kerja ataupun keahlian yang dimiliki sangat berpengaruh pada proses pencarian kerja. Jika tidak jeli dengan hal ini, akan ketinggalan jauh dibelakang atau bahkan terseok-seok mencari pekerjaan yang tak kunjung dimiliki. Meskipun hal ini harusnya tidak boleh terjadi. Sebab persiapan mental dan  kapasistas harusnya dilakukan pada saat kita sibuk berGMKI sudah disadari sejak awal. Mempelajari ilmu yang sebanyak-banyaknya, menambah pengalaman-pengalaman  baru. Sebab  kita mempunyai wadah kampus untuk menimba ilmu sesuai disiplin ilmu kita dan dikuatkan dengan pengalaman berorganisasi GMKI FKM khususnya melalui Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), Kursus Latihan Kepemimpin(KLK) yang didalamnya telah diramu berupa pengenalan diri, cara meningatkan kecerdasan emosional diri dan tidak lupa sajian untuk lebih mendekatkan diri kepada sang kepala gerakan Tuhan Yesus Kristus. Hal ini sudah lebih dari cukup untuk menembus dunia kerja.

Dunia kerja         
          Akhir penjalanan mahasiswa adalah siap terjun kedunia kerja. Dunia kerja yang sudah tersedia, menuntut kita siap mental dan kemampuan untuk dapat menikmati pekerjaan. Oleh karena itu berGMKI menjadi sangat perlu untuk memaksimalkan pembelajaran penting dalam meraih kesarjanaan melalui kebiasaan menyibukkan diri dengan kegiatan berorganisasi saat mahasiswa menjadi salah satu modal yang berarti untuk terjun kedunia kerja. Memecahkan persoalan yang rumit didunia kerja sudah kita lakukan sejak dulu di GMKI, tantangan dan godaan dalam dunia kerja adalah hal yang sudah kita perkuat dalam tinggi iman dalam tripanji GMKI. Dunia kerja adalah pengulangan kegiatan kita di GMKI maka sebagai anggota GMKI kita telah memenuhi kapasitas diri dengan hal-hal yang positif, mencoba hal-hal baru yang memacu perbaikan mental adalah bagian dari misi kita berGMKI. Maka kita akan layak di dunia kerja. Sekali lagi, Bahwa tujuan kita sibuk di organisasi saat ini bukan sekedar menunjukkan eksistensi GMKI masih ada. Akan tetapi dengan kesadaran yang mendalam, akan mendekatkan kita dengan Tuhan dan sesama kita untuk bersama sama menuju masa depan yang kita citakan dan layak dihadapan Tuhan kita Yesus kristus Jungjungan kita. Syalom.
  •  
GMKI Komisariat FKM USU GMKI Komisariat FKM USU Author

FACEBOOK