Rabu, Mei 02, 2012
Masih
perlukah ber GMKI saat ini?
Oleh
: Jariston Habeahan
Masih
adakah mahasiswa yang mau ber GMKI saat ini? Jika ada, mengapa ada orang yang
masuk GMKI? Alasannya cukup beragam. Ada yang ingin mengisi kekosongan waktu,
ingin pintar berbicara, mencari teman, karena GMKI suka jalan-jalan, dan
adalagi yang mengatakan bahwa anggota GMKI orangnya moderat. Namun pada intinya
mahasiswa mau berGMKI alasannya karena ketertarikan pada orang GMKI itu sendiri
atau selling point dari kader-kader
GMKI.
Setiap
ulang tahun GMKI kita selalu menanamkan yang terbaik bagi GMKI kedepannya.
Namun sejauh apa perkembangan GMKI saat
ini? Jika saat saya berGMKI, diskusi kelompok ataupun diskusi lepas masih eksis
hingga dikenal baik oleh mahasiswa lainnya, bagaimana dengan sekarang? Begitu
juga dengan euforia menulis di media seperti menulis koran, mading, ataupun
buletin dikenal baik di GMKI FKM USU. Sekarang masih adakah orang yang
berminat? Sehingga ada selling point yang
membedakan antara anggota GMKI dan dan yang bukan anggota GMKI. Namun jika
tidak lagi, apa jadinya?
Dihari ulang
tahun GMKI FKM USU yang ke 11 ini, sejenak kita harus bercermin dengan apa yang
sudah kita lakukan, sehinga kita memperoleh “benang merah” dari makna ulang
tahun GMKI FKM USU saat ini. Baik sisi positif berGMKI dan juga sisi
negatifnya. Mahasiswa GMKI saat ini, adalah cerminan dari mahasiswa sebelumnya.
Yaitu kelompok mahasiswa yang care dengan kondisi bangsa, baik dalam
diskusi maupun dalam tulisan untuk memfungsikan sisi kritis dari mahasiswa.
Karena disisi lain, hal ini tidak begitu berarti bagi kelompok
mahasiswa tertentu yang apatis terhadap perubahan zaman apabila tidak
menyangkut dengan nilai mata kuliah.
Tapi justru hal inilah yang membedakan anggota GMKI dengan mahasiswa lainnya. Tak perlu kwatir dengan hal tersebut, kondisi
seperti ini sudah terpola dari masa ke masa, yang senantiasa diulang menjadi
sebuah kebiasaan/trend yang bergeser
sesuai perkembangan zaman.
Dampak
Fasilitas Kampus
Salah satu perkembangan zaman adalah
ketersediaan fasilitas kampus. Bagaimana dengan fasilitas kampus FKM USU? Pada
tahun 2004, saat penulis menjadi mahasiswa, penggunaan laptop belumlah seramai
saat ini. Sebab kepemilikan laptop hanya satu berbanding 100 orang. Dimana
jika satu mahasiswa memliki laptop maka
seratus mahasiswa lagi belum memiliki
laptop. Hal ini dipengaruhi oleh fasilitas kampus yang belum menyediakan wifi/hotspot. Namun saat mau mengakhiri
proses perkuliahan saya tahun 2009 fasillitas kampus telah tersedia wifi dan
sanggar mahasiswa untuk tempat bermain-main mahasiswa dengan dunia maya. Dengan
adanya fasilitas diatas pada dasarnya pencarian ilmu begitu mudah melalui dunia
maya yang semakin lengkap. Berbagai jenis makalah, skripsi, dan artikel lainnya
bisa kita download dalam hitungan
menit. Saking mudahnya, tugas-tugas makalah mahasiswa bahkan skripsi mahasiswa
menjadi dominan hasil copy paste dari
artikel dan skripsi yang tersedia di dunia maya internet. Ditambah lagi
kehadiran facebook dan twitter memberikan kemudahan untuk besosialisasi tanpa
dibatasi jarak dan waktu. Menambah asyiknya dunia mahasiswa.
Dunia
mahasiswa yang mempunyai waktu luang
yang banyak, cenderung terjebak dengan kondisi seperti ini. Ketersediaan
fasilitas yang cangih cenderung menghabiskan waktu pada hal-hal yang tak
berguna, seperti berlama-lama dengan facebook dan twitter, asik bermain
playstation, main bola/futsal yang berlebihan hingga menguras tenaga yang pada
akhirnya tak sanggup lagi untuk belajar. Fakta ini sangat nyata dihadapan kita,
seolah lupa diri apa tujuan sebagai mahasiswa.
Pengalaman harusnya menjadi guru bagi
kita. Pengalaman yang sama kita rasakan menjadi kekuatan untuk sama-sama
membenahi dan melakukan koreksi terhadap apa yang terjadi sekarang untuk dikemudian hari, khususnya pada saat kita
akan bekerja. Jika ada diantara anggota GMKI yang memiliki
kendala dalam hal study, tentunya penyebabnya ada. Oleh karena pelajaran
berharga demikian menjadi pesan yang tidak boleh diabaikan begitu saja.
Mahasiswa
saat ini akan jadi alumni FKM dimasa datang. Bagaimana dengan networking atau jaringan kerja?
Pengalaman di GMKI menempah anggota GMKI sesuai dengan minat dan bakat untuk
dunia kerja. Saya melihat alumni FKM sudah tersebar dimana-mana. Baik di
instansi pemerintahan, BUMN, NGO termasuk juga
perusahaan-perusahaan swasta. Mereka adalah stakeholder yang menjadi salah satu kekuatan bagi anggota GMKI saat
ini. apalagi fakta hingga saat ini hubungan senior dan junior di GMKI tidak
diragukan lagi masih tetap eksis dan saling terjalin. Sehingga jaringan kerja
masih dapat diandalkan hingga saat ini.
Setiap anggota
GMKI memiliki kapasitas yang berbeda. Kapasistas yang minim baik dari segi
jaringan kerja ataupun keahlian yang dimiliki sangat berpengaruh pada proses
pencarian kerja. Jika tidak jeli dengan hal ini, akan ketinggalan jauh
dibelakang atau bahkan terseok-seok mencari pekerjaan yang tak kunjung
dimiliki. Meskipun hal ini harusnya tidak boleh terjadi. Sebab persiapan mental
dan kapasistas harusnya dilakukan pada
saat kita sibuk berGMKI sudah disadari sejak awal. Mempelajari ilmu yang
sebanyak-banyaknya, menambah pengalaman-pengalaman baru. Sebab
kita mempunyai wadah kampus untuk menimba ilmu sesuai disiplin ilmu kita
dan dikuatkan dengan pengalaman berorganisasi GMKI FKM khususnya melalui
Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), Kursus Latihan Kepemimpin(KLK) yang
didalamnya telah diramu berupa pengenalan diri, cara meningatkan kecerdasan
emosional diri dan tidak lupa sajian untuk lebih mendekatkan diri kepada sang
kepala gerakan Tuhan Yesus Kristus. Hal ini sudah lebih dari cukup untuk
menembus dunia kerja.
Dunia
kerja
Akhir penjalanan mahasiswa adalah siap
terjun kedunia kerja. Dunia kerja yang sudah tersedia, menuntut kita siap
mental dan kemampuan untuk dapat menikmati pekerjaan. Oleh karena itu berGMKI
menjadi sangat perlu untuk memaksimalkan pembelajaran penting dalam meraih
kesarjanaan melalui kebiasaan menyibukkan diri dengan kegiatan berorganisasi
saat mahasiswa menjadi salah satu modal yang berarti untuk terjun kedunia
kerja. Memecahkan persoalan yang rumit didunia kerja sudah kita lakukan sejak dulu
di GMKI, tantangan dan godaan dalam dunia kerja adalah hal yang sudah kita
perkuat dalam tinggi iman dalam tripanji GMKI. Dunia kerja adalah pengulangan
kegiatan kita di GMKI maka sebagai anggota GMKI kita telah memenuhi kapasitas
diri dengan hal-hal yang positif, mencoba hal-hal baru yang memacu perbaikan
mental adalah bagian dari misi kita berGMKI. Maka kita akan layak di dunia
kerja. Sekali lagi, Bahwa tujuan kita sibuk di organisasi saat ini bukan
sekedar menunjukkan eksistensi GMKI masih ada. Akan tetapi dengan kesadaran
yang mendalam, akan mendekatkan kita dengan Tuhan dan sesama kita untuk bersama
sama menuju masa depan yang kita citakan dan layak dihadapan Tuhan kita Yesus
kristus Jungjungan kita. Syalom.