Our Diary.
to Share our Life Events


Gambaran Pengkaderan GMKI FKM
Oleh : Gibeon Silitonga

Proses regenerasi memiliki peran penting dalam kelangsungan organisasi, bila proses regenerasi tersebut terhambat maka proses berjalannya organisasi itu juga akan terganggu. Demikian pentingnya regenerasi menjadikan bagian pengkaderan dalam organisasi memiliki peran sentral untuk senantiasa menyediakan stok kader agar sebuah organisasi bisa tetap hidup. Namun demikian proses pengkaderan bukanlah suatu persoalan sederhana. Hal ini menyangkut keseluruhan pembentukan pemikiran, kepribadian, dan perilaku yang diharapkan sebuah organisasi terhadap anggotanya. Sehingga dibutuhkan mekanisme yang baik dalam rangka mencetak output kader yang diharapkan.
Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia  adalah terminal kader dimana organisasi ini  mempersiapkan dan menyalurkan kemampuan anggotanya dalam bidang pelayanan di Perguruan tinggi, Gereja, dan Masyarakat. Disain pengkaderan dibedakan dalam 3 bentuk: formal, informal dan non-formal. Bentuk formal yaitu pelatihan-pelatihan yang dilakukan berdasarkan pola dasar sistem pendidikan kader (PDSPK), bentuk informal umumnya adalah dengan melibatkan kader-kader kedalam kepantiaan, dan bentuk informal adalah dengan diskusi, seminar, lokakarya baik yang diselenggarakan GMKI maupun sebagai utusan yang diselenggarakan organisasi atau lembaga lain. 
Berbicara tentang pengkaderan di GMKI tidak terlepas dari suatu sistem pola pengkaderan yang sudah dirumuskan bersama yakni pola dasar sistem pendidikan kader atau yang di kenal dengan sebutan PDSPK. PDSPK ditetapkan tetapkan di kongres yang dilakukan sekali dalam dua tahun. Namun akhir-akhir ini kongres jarang membicarakan tentang PDSPK sehingga kebanyakan menggunakan PDSPK tahun 2006.
Akan tetapi sangat disayangkan, akhr-akhir ini  pengkaderan di GMKI menjadi salah satu permasalahan yang rumit. Terseok-seok bahkan stagnan kaderisasi adalah sebuah hal yang tak langka dihadapi GMKI. Banyak yang terpanggil, hanya sedikit yang terpilih adalah istilah yang sering di dengar d GMKI, banyak anggota yang diterima melalui proses maper namun ditengah perjalanan, anggota tumbang satu persatu dan akhirnya hilang semuannya bak ditelan bumi.
Proses Pengkaderan GMKI FKM
         Disetiap awal perjalanan kepengurusan di komisariat, pada umumnya yang menjadi permasalahan  adalah bidang kadersasi yang mempengaruhi perjalanan organisasi. Diawali dari proses masa perkenalan yang adalah program wajib GMKI Cabang Medan untuk merekrut anggota baru yang akan menjadi kader-kader GMKI, maka untuk merekrut anggota baru pengurus GMKI FKM biasanya akan mengadakan kegiatan-kegiatan pendekatan kepada mahasiswa baru, dimulai dari acara penyambutan mahasiswa baru sampai kepada sosialisasi tentang GMKI ke kelas-kelas serta membagi-bagikan brosur . kegiatan pendekatan ini bertujuan agar mahasiswa baru mau menjadi anggota baru.
         Pada umumnya disetiap penerimanaan anggota baru ,GMKI FKM  banyak menerima anggota baru,  namun seiring berjalannya program yang dilakukan oleh pengurus komisariat anggota-anggota baru mulai tidak kelihatan atau jarang menghadiri program. Untuk mengaktifkan kembali anggota anggota baru maka tidak jarang pengurus komisariat melibatkan anggota-anggota baru dalam kepanitian atau tim kerja.
         Untuk meningkatkan pendidikan kader yang baik dari segi intelektulitas dan spritulitas di GMKI FKM, maka pengurus komisariat mengadakan diskusi-diskusi dengan senior untuk melakukan perubahan-perubahan di komisariat. Pada periode tahun 2004-2005 pengurus komisariat dan senior GMKI FKM mencoba membuat konsep pendidikan kader yang sistematis dan berjenjang di tingkatan komisariat ini dilakukan karena Badan Pengurus Cabang di waktu itu belum memiliki konsep pendidikan kader . Pada Periode 2005-2006 pengurus komisariat mencoba menjalankan konsep pendidikan kader yang di rancang pada tahun 2004-2005 dengan membentuk diskusi cell group, konsep ini di jalankan agar dapat meningkatkan daya analisa, pengetahuan, dan wawasan anggota.
         Pada tahun 2006-2007 pengurus komisariat tetap menjalankan diskusi cell group dan juga membuat english club  yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anggota berbahasa asing khususnya bahasa inggeris. Pada periode 2007-2008 pengurus komisariat maengadakan diskusi dengan senior-senior di GMKI FKM tentang pengkaderan. Kongres pada waktu itu telah mengeluarkan PDSPK sebagai titik acuan untuk pengkaderan di cabang maupun di komisariat. Dari hasil diskusi maka pengurus komisariat berhasil mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), LDK ini dilakukan berdasarkan hasil analisa kebutuhan anggota dan PDSPK tahun 2006. Dari hasil LDK ini komisariat mengalami perkembangan dalam bidang kader, salah perkembangan itu adalah komisariat tidak kesulitan untuk mencari pengurus-pengurus yang meneruskan pergerakan pada waktu itu. Oleh karena melihat ini maka mulai itu LDK diadakan rutin di komisariat FKM untuk meningkatkan kulitas kader. Pada periode 2008-2009 pengurus komisarat juga mengadakan LDK yang di dasarkan pada analisa kebutuhan dan PDSPK 2006, serta aktif membuat diskusi-diskusi formal maupun non formal.
         Pada periode 2009-2010 pengurus komisariat kembali mengadakan diskusi dengan senior-senior dalam rangka peningkatan kulitas kader, maka disepekati mengadakan Kursus Latihan Kepemimpian (KLK) untuk pertama kalinya di komisariat GMKI FKM USU serta pengurus juga mangadakan program cell group serta tentoran untuk meningkatkan wawasan anggota. Pada periode 2010-2011 pengurus komisariat mengadakan LDK kembali berdasarkan analisa kebutuhan anggota dan PDSPK 2006. Selain itu juga pengurus komisariat mengadakan cell group untuk meningkatkan IP dari anggota serta mengadakan bedah buku. Periode 2011-2012 pengurus komisariat berhasil merekrut anggota 31 annggota baru, setelah diskusi dengan senior-senior GMKI FKM USU, maka pengurus akan mengadakan LDK untuk membina anggota baru.
Harapan
         Proses pengkaderan adalah hal yang memengang peranan penting dalam sebuah organisasi. Pengkaderan harus dilakukan secara terus-menerus agar kulitas dan kuantitas dari organisasi itu meningkat sesuai dengan tuntutan zamanSebagai salah satu organisasi kader GMKI dituntut harus mampu memperbaiki sistem pengkaderan yang ada agar keluarnya dapat menjadi kader yang tinggi iman, tinggi ilmu, dan tinggi pengabdian. GMKI juga harus mampu menciptakan budaya belajar melalui kegiatan-kegiatan diskusi dan pelatihan-pelatihan. GMKI harus menganalisa kebutuhan-kebutuhan anggota serta.
  •  
GMKI Komisariat FKM USU GMKI Komisariat FKM USU Author

FACEBOOK