Our Diary.
to Share our Life Events


GMKI Harapan
Oleh : Masrudi Turnip

Menilik sejarah berdirinya GMKI FKM USU yang sudah memasuki ulang tahun ke-11, dan saat ini masih tetap ada, prestasi apakah yang telah digapainya?
Usia sebelas tahun bagi sebuah organisasi kepemudaan berbasis PA (Penelaahan Alkitab) dan diskusi merupakan sebuah kebanggaan tersendiri dimana organisasi ini masih ada, hadir dan bermakna buat orang-orang yang berkecimpung di dalamnya..
Menggambarkan seorang anak yang telah berusia 11 tahun, tentu tidak lagi sekedar hanya tumbuh menjadi besar dan tua. Usia sebelas tahun merupakan saat dimana bergerak tumbuh besar, berlari, dan mulai berpikir ke depan dan produktif. Tentu pembinaan mutlak dilakukan agar anak bisa berkembang dengan baik dan diperlukan sebuah program pembinaan yang terstruktur dan memadai.

Perjalanan GMKI FKM USU dimulai di tahun 2001 tepatnya di tanggal 03 Maret. Lahir dan dilahirkan oleh GMKI Cab Medan yang merupakan induk organisasi ini di tingkatan kota Medan. Berlandaskan visi dan misi yang ditetapkan, organisasi ini mulai dibesarkan, diajarkan untuk berjalan, meskipun masih merangkak, agar dapat menjadi wadah bagi pemuda-pemudi untuk berkarya. Setiap perangkat organisasi ditetapkan untuk menjaga agar organisasi ini dapat terus bergerak secara dinamis. Sistem pengembangan organisasi dimulai dari tata organisasi dan komunikasi, kaderisasi, dan aktualisasi di lingkungan sekitar mulai dibentuk dan dikembangkan.

Keberlangsungan organisasi ini ditentukan oleh ada tidaknya orang-orang yang ingin memimpin dan bersama-sama bergerak menjalankan organisasi ini. Setiap satu (1) periode kepemimpinan akan dinahkodai oleh penanggung jawab yaitu ketua dan sekretaris yang ditetapkan oleh RAKOM (Rapat Anggota Komisariat, sebagai pengambil keputusan tertinggi di tingkatan komisariat). Satu periode kepengurusan berlangsung selama 1 tahun.
Setiap masa kepemimpinan memiliki catatan sejarah masing-masing, dimana penilaian kinerja dan program yang telah dilaksanakan dinilai oleh anggota dalam Rakom. Keberhasilan dan hambatan yang telah dilalui setiap pemimpin pada masanya berusaha membentuk GMKI ke depan agar lebih baik.
Saat ini GMKI Komisatiat FKM USU sudah memasuki usia yang ke-11, apakah organisasi ini sudah jauh lebih baik dari masa-masa pertama didirikan?
Prestasi apakah yang telah digapai di setiap masa kepemimpinan penanggung jawab?
Ya, semua penilaian akan bersifat subjektif karena setiap masa punya tantangannya sendiri. Tetapi tidaklah baik jika semua harus dinilai subjektif, melainkan harus ada tatanan baku dalam pengembangan organisasi ini agar proses yang berlangsung benar-benar sudah sesuai dengan harapan.

Untuk menilai sesuatu tentu harus ada indikator penilaian. Indikator ini ditetapkan dan disepakati bersama oleh setiap perangkat organisasi sebagai alat ukur untuk menilai. Selain indikator penilaian, tentu harus ada sebuah sistem pengembangan yang baku yang ditetapkan oleh induk organisasi, yaitu GMKI Cab Medan, terutama GMKI yang berada di tingkatan Pengurus Pusat.
GMKI secara luas memiliki 3 bidang pelayanan secara garis besar yaitu: Organisasi dan Komunikasi (Orkom), Pendidikan Kader dan Kerohanian, dan Aksi dan Pelayanan.
Tentu setiap bidang ini harus memiliki sebuah sistem yang baik dalam prosesnya menjalankan dan memberdayakan organisasi ini.
Bagi sebuah organisasi profit untuk menilai organisasi tersebut baik dan sukses dinilai dari asset yang dihasilkan dan keuntungan di akhir tahun. Untuk mencapai asset tersebut tentu harus memiliki sistem produksi dan distribusi yang memadai serta memiliki kontrol untuk mengantisipasi kerugian.
Bagi organisasi non profit seperti GMKI, penilaian bisa dilihat dari orang-orang yang berkecimpung di dalamnya. Ya benar, sebab organisasi ini hadir untuk mengembangkan kader-kader organisasi dan tentu untuk menghasilkan kader yang berkualitas harus memiliki sistem pengkaderan yang baik, tanpa mengesampingkan bidang-bidang yang lain.
GMKI secara luas memiliki sistem pengkaderan yang tertuang dalam PDSPK GMKI (Pola Dasar Sistem Pendidikan Kader). Sistem pengkaderan inilah yang membentuk kader-kader organisasi ini menjadi kader yang menjadi garam dan terang di medan pelayanannya. Pertanyaannya apakah PDSPK ini sudah dilakukan dengan baik? Di samping apakah PDSPK ini menjawab kebutuhan anggota secara kontekstual?
Kader yang berkualitas tidak semata terbatas persoalan kognitif. Ada banyak hal yang mempengaruhi kualitas kader. Dalam psikologis, untuk membentuk perilaku manusia dapat  dilihat dari 3 hal yaitu: kognitif (pengetahuan), afektif (sikap) dan psikomotorik (tindakan). 
Sebagai anggota GMKI FKM USU, sekaligus dengan predikat mahasiswa, pengetahuan yang luas merupakan hal yang mutlak dimiliki. Cara untuk memperoleh pengetahuan salah satunya dengan membaca. Buku adalah jendela dunia, sudah selayaknya seorang kader harus rajin membaca buku. Sarana berupa perpustakaan, toko buku, bahkan system online sudah cukup mempermudah kader memperoleh informasi. Tidak ada alasan bahwa pengetahuan itu sulit untuk didapat karena semua fasilitas sudah tersedia, tergantung kemauan untuk melakukan.

Untuk membentuk kader tidak terbatas hanya memiliki pengetahuan tentang banyak hal, tetapi bagaimana pengetahuan tersebut bisa merangsang dirinya untuk bersikap positif (afektif), membentuk kebiasaan untuk berbagi informasi dengan yang lain dalam bentuk kreatifitas tertentu, seperti karya tulis, artikel, diskusi dan membentuk sebuah komunitas intelektual lainnya. Ya, sikap positif seperti ini akan memberi semangat kader untuk terus mau belajar mengembangkan dirinya dan memberdayakan orang-orang lain di dalam organisasinya.
Pada akhirnya, kader akan bersedia menerima dan melakukan tanggung jawab yang dibebankan organisasi kepadanya.

 Aktualisasi diri merupakan tahapan terakhir bagi sebuah kader (psikomotorik). Berani menerima tanggung jawab, wewenang dan tugas pelayanan yang dibebankan kepadanya. “Berilah dia wewenang dan tanggung jawab tugas, maka kamu akan mengetahui nilai dirinya”. Sebuah ungkapan ini bisa jadi sebuah ujian untuk menilai sebuah kader. Pemberian jabatan struktural tertentu di dalam organisasi maupun fungsional menjadi sebuah moment pembuktian diri, dan kualitas kader.

GMKI Harapan (GMKI FKM USU)
Sebelas tahun sudah berlalu, saatnya berbenah dan meningkatkan kualitas kader dengan penerapan sistem organisasi yang baik. Tidak lagi terjebak pada kesulitan mencari kader yang bersedia mengemban tanggung jawab memimpin organisasi. Tahapan aktualisasi merupakan tahap akhir proses pengkaderan dimana kesediaan mengemban tugas sudah menjadi kesadaran.
Dari sisi organisasi, melalui pemetaan organisasi yang tepat dan terencana, GMKI FKM USU sudah memiliki sumber daya yang memadai untuk bergerak lebih cepat. Jumlah anggota yang besar, akses komunikasi dan informasi yang luas, dan sarana dan prasarana yang tersedia di lingkungan kampus dan anggota, merupakan potensi yang besar untuk pengembangan organisasi. Hanya dibutuhkan pengelolaan yang tepat dan komunikasi yang baik dengan semua potensi organisasi agar aset ini bisa menjadi modal untuk bergerak lebih cepat lagi.
Data base anggota senior di beberapa bidang pekerjaan bisa menjadi akses informasi untuk mencari peluang kerja dan peluang penelitian dan pengembangan lainnya.

Dari sisi sistem pengkaderan, meskipun saat ini hanya memiliki PDSPK tahun 2006 sebagai sistem tahapan pengkaderan, tidak ada salahnya mengikuti tahapan pengembangan kader di dalam modul PSDSPK tersebut tanpa menghambat pencarian materi pengembangan diri yang kontekstual. Kapasitas seorang kader yang berpredikat sebagai mahasiswa FKM USU juga tidak boleh dilepaskan begitu saja. Pengetahuan dan keterampilan di dunia kesehatan, metode penelitian dan kreatifitas membangun opini turut membantu nilai jual kader GMKI FKM USU di dunia kerja. Terutama dan paling penting adalah karakter kristiani dari seorang kader, sebab kita hadir di dunia bukan untuk diri sendiri, tetapi menjadi berkat buat orang lain. Karakter ini akan membuat kita untuk rendah hati, bersyukur setiap hari dan terus mau belajar dari orang lain bahkan dari orang-orang yang lebih muda dari kita.

Kegelisahan setelah melalui tahapan kontemplasi melihat fenomena sosial saat ini, sudah selayaknya aksi diperlukan di tiga (3) medan pelayanan. Pendekatan intelektual merupakan cara yang paling elegan untuk menyampaikan aspirasi dan perbedaan pandangan. Membangun opini melalui tulisan dan karya ilmiah merupakan salah satu caranya. Ya tentu aksi ini bisa dilakukan jika kader sudah memiliki kapasitas yang memadai. Tidak lagi berkutat pada persoalan akademis pribadi masing-masing kader.

Ada sebuah ungkapan candaan: “logika tanpa logistik, akan sulit dilakukan”. Untuk menjalankan roda organisasi dibutuhkan dana operasional yang tidak sedikit. Akan tetapi persoalan ini bukanlah menjadi hal utama sebagai kendala, karena ada banyak cara untuk mendapatkan dana penunjang. Rumus untuk memperoleh uang yaitu waktu dan tenaga.
Uang = Waktu x Tenaga.
Untuk memperoleh uang, tentu kita harus meluangkan waktu dan tenaga.
Saat ini enterpreneurship begitu berkembang di dunia, terutama pelakunya orang-orang muda. Kita hanya butuh sebuah ide kreatif ditambah bumbu waktu dan tenaga, maka kita akan memperoleh uang. Tentu hal ini butuh kemauan besar untuk melakukannya.

Harapan ini hanya akan menjadi sebuah impian belaka jika kita tidak melakukannya. Memang butuh energi yang besar untuk melakukan ini semua. Dibutuhkan orang-orang luar biasa dengan semangat yang tidak pernah padam untuk melakukannya. Apakah upah dari tindakan ini semua? Percayalah sebab apa yang kita lakukan tidak ada yang sia-sia. Perilaku positif yang biasa kita lakukan di dunia perkuliahan dan di organisasi akan membentuk kebiasaan positif bagi diri kita setelah di dunia kerja. Anda memiliki nilai jual yang tinggi di masyarakat dan di lingkungan kerja. Percayalah!

Saat ini merupakan saat yang tepat untuk mengukir prestasi yang luar biasa. Para pencari bakat akan melihat dan mencari orang-orang yang berpotensi di usia muda untuk kemudian dibentuk menjadi profesional. Demikian juga dengan GMKI FKM USU yang saat ini berusia 11 tahun sudah saatnya menunjukkan potensi luar biasanya dengan mengembangkan orang-orang di dalamnya agar menjadi kader yang berbakat dan punya nilai jual tinggi sehingga oppurtinity akan menghampiri anda. Semoga.
UOUS GMKI FKM USU
  •  
GMKI Komisariat FKM USU GMKI Komisariat FKM USU Author

FACEBOOK