Rabu, Mei 02, 2012
GMKI
Harapan
Oleh
: Masrudi Turnip
Menilik sejarah
berdirinya GMKI FKM USU yang sudah memasuki ulang tahun ke-11, dan saat ini
masih tetap ada, prestasi apakah yang telah digapainya?
Usia sebelas tahun
bagi sebuah organisasi kepemudaan berbasis PA (Penelaahan Alkitab) dan diskusi
merupakan sebuah kebanggaan tersendiri dimana organisasi ini masih ada, hadir
dan bermakna buat orang-orang yang berkecimpung di dalamnya..
Menggambarkan
seorang anak yang telah berusia 11 tahun, tentu tidak lagi sekedar hanya tumbuh
menjadi besar dan tua. Usia sebelas tahun merupakan saat dimana bergerak tumbuh
besar, berlari, dan mulai berpikir ke depan dan produktif. Tentu pembinaan
mutlak dilakukan agar anak bisa berkembang dengan baik dan diperlukan sebuah
program pembinaan yang terstruktur dan memadai.
Perjalanan GMKI FKM
USU dimulai di tahun 2001 tepatnya di tanggal 03 Maret. Lahir dan dilahirkan
oleh GMKI Cab Medan yang merupakan induk organisasi ini di tingkatan kota
Medan. Berlandaskan visi dan misi yang ditetapkan, organisasi ini mulai
dibesarkan, diajarkan untuk berjalan, meskipun masih merangkak, agar dapat
menjadi wadah bagi pemuda-pemudi untuk berkarya. Setiap perangkat organisasi
ditetapkan untuk menjaga agar organisasi ini dapat terus bergerak secara
dinamis. Sistem pengembangan organisasi dimulai dari tata organisasi dan
komunikasi, kaderisasi, dan aktualisasi di lingkungan sekitar mulai dibentuk
dan dikembangkan.
Keberlangsungan
organisasi ini ditentukan oleh ada tidaknya orang-orang yang ingin memimpin dan
bersama-sama bergerak menjalankan organisasi ini. Setiap satu (1) periode
kepemimpinan akan dinahkodai oleh penanggung jawab yaitu ketua dan sekretaris
yang ditetapkan oleh RAKOM (Rapat Anggota Komisariat, sebagai pengambil
keputusan tertinggi di tingkatan komisariat). Satu periode kepengurusan
berlangsung selama 1 tahun.
Setiap masa
kepemimpinan memiliki catatan sejarah masing-masing, dimana penilaian kinerja
dan program yang telah dilaksanakan dinilai oleh anggota dalam Rakom.
Keberhasilan dan hambatan yang telah dilalui setiap pemimpin pada masanya
berusaha membentuk GMKI ke depan agar lebih baik.
Saat ini GMKI
Komisatiat FKM USU sudah memasuki usia yang ke-11, apakah organisasi ini sudah
jauh lebih baik dari masa-masa pertama didirikan?
Prestasi apakah yang
telah digapai di setiap masa kepemimpinan penanggung jawab?
Ya, semua penilaian
akan bersifat subjektif karena setiap masa punya tantangannya sendiri. Tetapi
tidaklah baik jika semua harus dinilai subjektif, melainkan harus ada tatanan
baku dalam pengembangan organisasi ini agar proses yang berlangsung benar-benar
sudah sesuai dengan harapan.
Untuk menilai
sesuatu tentu harus ada indikator penilaian. Indikator ini ditetapkan dan
disepakati bersama oleh setiap perangkat organisasi sebagai alat ukur untuk
menilai. Selain indikator penilaian, tentu harus ada sebuah sistem pengembangan
yang baku yang ditetapkan oleh induk organisasi, yaitu GMKI Cab Medan, terutama
GMKI yang berada di tingkatan Pengurus Pusat.
GMKI secara luas
memiliki 3 bidang pelayanan secara garis besar yaitu: Organisasi dan Komunikasi
(Orkom), Pendidikan Kader dan Kerohanian, dan Aksi dan Pelayanan.
Tentu setiap bidang
ini harus memiliki sebuah sistem yang baik dalam prosesnya menjalankan dan
memberdayakan organisasi ini.
Bagi sebuah
organisasi profit untuk menilai organisasi tersebut baik dan sukses dinilai
dari asset yang dihasilkan dan keuntungan di akhir tahun. Untuk mencapai asset
tersebut tentu harus memiliki sistem produksi dan distribusi yang memadai serta
memiliki kontrol untuk mengantisipasi kerugian.
Bagi organisasi non
profit seperti GMKI, penilaian bisa dilihat dari orang-orang yang berkecimpung
di dalamnya. Ya benar, sebab organisasi ini hadir untuk mengembangkan
kader-kader organisasi dan tentu untuk menghasilkan kader yang berkualitas
harus memiliki sistem pengkaderan yang baik, tanpa mengesampingkan
bidang-bidang yang lain.
GMKI secara luas
memiliki sistem pengkaderan yang tertuang dalam PDSPK GMKI (Pola Dasar Sistem
Pendidikan Kader). Sistem pengkaderan inilah yang membentuk kader-kader
organisasi ini menjadi kader yang menjadi garam dan terang di medan
pelayanannya. Pertanyaannya apakah PDSPK ini sudah dilakukan dengan baik? Di
samping apakah PDSPK ini menjawab kebutuhan anggota secara kontekstual?
Kader yang
berkualitas tidak semata terbatas persoalan kognitif. Ada banyak hal yang
mempengaruhi kualitas kader. Dalam psikologis, untuk membentuk perilaku manusia
dapat dilihat dari 3 hal yaitu: kognitif
(pengetahuan), afektif (sikap) dan psikomotorik (tindakan).
Sebagai anggota GMKI
FKM USU, sekaligus dengan predikat mahasiswa, pengetahuan yang luas merupakan
hal yang mutlak dimiliki. Cara untuk memperoleh pengetahuan salah satunya
dengan membaca. Buku adalah jendela dunia, sudah selayaknya seorang kader harus
rajin membaca buku. Sarana berupa perpustakaan, toko buku, bahkan system online
sudah cukup mempermudah kader memperoleh informasi. Tidak ada alasan bahwa
pengetahuan itu sulit untuk didapat karena semua fasilitas sudah tersedia,
tergantung kemauan untuk melakukan.
Untuk membentuk
kader tidak terbatas hanya memiliki pengetahuan tentang banyak hal, tetapi
bagaimana pengetahuan tersebut bisa merangsang dirinya untuk bersikap positif
(afektif), membentuk kebiasaan untuk berbagi informasi dengan yang lain dalam
bentuk kreatifitas tertentu, seperti karya tulis, artikel, diskusi dan
membentuk sebuah komunitas intelektual lainnya. Ya, sikap positif seperti ini
akan memberi semangat kader untuk terus mau belajar mengembangkan dirinya dan
memberdayakan orang-orang lain di dalam organisasinya.
Pada akhirnya, kader
akan bersedia menerima dan melakukan tanggung jawab yang dibebankan organisasi
kepadanya.
Aktualisasi diri merupakan tahapan terakhir
bagi sebuah kader (psikomotorik). Berani menerima tanggung jawab, wewenang dan
tugas pelayanan yang dibebankan kepadanya. “Berilah dia wewenang dan tanggung
jawab tugas, maka kamu akan mengetahui nilai dirinya”. Sebuah ungkapan ini bisa
jadi sebuah ujian untuk menilai sebuah kader. Pemberian jabatan struktural
tertentu di dalam organisasi maupun fungsional menjadi sebuah moment pembuktian
diri, dan kualitas kader.
GMKI
Harapan (GMKI FKM USU)
Sebelas tahun sudah
berlalu, saatnya berbenah dan meningkatkan kualitas kader dengan penerapan
sistem organisasi yang baik. Tidak lagi terjebak pada kesulitan mencari kader
yang bersedia mengemban tanggung jawab memimpin organisasi. Tahapan aktualisasi
merupakan tahap akhir proses pengkaderan dimana kesediaan mengemban tugas sudah
menjadi kesadaran.
Dari sisi
organisasi, melalui pemetaan organisasi yang tepat dan terencana, GMKI FKM USU
sudah memiliki sumber daya yang memadai untuk bergerak lebih cepat. Jumlah
anggota yang besar, akses komunikasi dan informasi yang luas, dan sarana dan
prasarana yang tersedia di lingkungan kampus dan anggota, merupakan potensi
yang besar untuk pengembangan organisasi. Hanya dibutuhkan pengelolaan yang
tepat dan komunikasi yang baik dengan semua potensi organisasi agar aset ini
bisa menjadi modal untuk bergerak lebih cepat lagi.
Data base anggota
senior di beberapa bidang pekerjaan bisa menjadi akses informasi untuk mencari
peluang kerja dan peluang penelitian dan pengembangan lainnya.
Dari sisi sistem
pengkaderan, meskipun saat ini hanya memiliki PDSPK tahun 2006 sebagai sistem
tahapan pengkaderan, tidak ada salahnya mengikuti tahapan pengembangan kader di
dalam modul PSDSPK tersebut tanpa menghambat pencarian materi pengembangan diri
yang kontekstual. Kapasitas seorang kader yang berpredikat sebagai mahasiswa
FKM USU juga tidak boleh dilepaskan begitu saja. Pengetahuan dan keterampilan
di dunia kesehatan, metode penelitian dan kreatifitas membangun opini turut
membantu nilai jual kader GMKI FKM USU di dunia kerja. Terutama dan paling
penting adalah karakter kristiani dari seorang kader, sebab kita hadir di dunia
bukan untuk diri sendiri, tetapi menjadi berkat buat orang lain. Karakter ini
akan membuat kita untuk rendah hati, bersyukur setiap hari dan terus mau
belajar dari orang lain bahkan dari orang-orang yang lebih muda dari kita.
Kegelisahan setelah
melalui tahapan kontemplasi melihat fenomena sosial saat ini, sudah selayaknya
aksi diperlukan di tiga (3) medan pelayanan. Pendekatan intelektual merupakan
cara yang paling elegan untuk menyampaikan aspirasi dan perbedaan pandangan.
Membangun opini melalui tulisan dan karya ilmiah merupakan salah satu caranya.
Ya tentu aksi ini bisa dilakukan jika kader sudah memiliki kapasitas yang
memadai. Tidak lagi berkutat pada persoalan akademis pribadi masing-masing
kader.
Ada sebuah ungkapan
candaan: “logika tanpa logistik, akan sulit dilakukan”. Untuk menjalankan roda
organisasi dibutuhkan dana operasional yang tidak sedikit. Akan tetapi
persoalan ini bukanlah menjadi hal utama sebagai kendala, karena ada banyak
cara untuk mendapatkan dana penunjang. Rumus untuk memperoleh uang yaitu waktu
dan tenaga.
Uang = Waktu x
Tenaga.
Untuk memperoleh
uang, tentu kita harus meluangkan waktu dan tenaga.
Saat ini
enterpreneurship begitu berkembang di dunia, terutama pelakunya orang-orang
muda. Kita hanya butuh sebuah ide kreatif ditambah bumbu waktu dan tenaga, maka
kita akan memperoleh uang. Tentu hal ini butuh kemauan besar untuk
melakukannya.
Harapan ini hanya
akan menjadi sebuah impian belaka jika kita tidak melakukannya. Memang butuh
energi yang besar untuk melakukan ini semua. Dibutuhkan orang-orang luar biasa
dengan semangat yang tidak pernah padam untuk melakukannya. Apakah upah dari
tindakan ini semua? Percayalah sebab apa yang kita lakukan tidak ada yang sia-sia.
Perilaku positif yang biasa kita lakukan di dunia perkuliahan dan di organisasi
akan membentuk kebiasaan positif bagi diri kita setelah di dunia kerja. Anda
memiliki nilai jual yang tinggi di masyarakat dan di lingkungan kerja.
Percayalah!
Saat ini merupakan
saat yang tepat untuk mengukir prestasi yang luar biasa. Para pencari bakat
akan melihat dan mencari orang-orang yang berpotensi di usia muda untuk
kemudian dibentuk menjadi profesional. Demikian juga dengan GMKI FKM USU yang
saat ini berusia 11 tahun sudah saatnya menunjukkan potensi luar biasanya
dengan mengembangkan orang-orang di dalamnya agar menjadi kader yang berbakat
dan punya nilai jual tinggi sehingga oppurtinity
akan menghampiri anda. Semoga.
UOUS GMKI FKM USU