PERJALANAN GMKI KOMISARIAT FKM USU MASA BAKTI 2003-2004
Selasa, Mei 10, 2011PERJALANAN GMKI KOMISARIAT FKM USU
MASA BAKTI 2003-2004
Oleh: Masrudi Turnip
***
Awalnya
Sebuah perjalanan historis GMKI FKM USU periode 2003-2004 dimulai dengan Rapat Komisariat (Rakom) GMKI Komisariat FKM USU yang dilaksanakan di PKM GMKI Cabang Medan, Jl Iskandar Muda No 7A Medan.
Rakom dimulai pukul 18.00 WIB, dan dihadiri anggota GMKI FKM USU sebanyaknya 17 orang, ditambah dua (2) orang Badan Pengurus Cabang (BPC) GMKI Cabang Medan. Diawali dengan upacara nasional dan organisasi sebagai pembuka dan pada akhirnya BPC membuka RAKOM GMKI FKM USU Masa Bakti 2002-2003 yang tandai dengan ketukan palu sidang sebanyak 3x. “Saatnya bertempur”, gerutu salah seorang anggota GMKI FKM USU. Demikianlah cerminan sebuah Rakom yang notabene penuh dengan semangat untuk menilai, sedikit menghakimi, kinerja PK selama setahun masa bakti.
Sebelum “bertempur”, terlebih dahulu disiapkan aturan mainnya. Aturan main atau tata tertib ini mengatur hak dan kewajiban peserta Rakom yang perlu disepakati bersama, agar perdebatan yang terjadi sesuai jalur yang ditetapkan. Setelah tata tertib disepakati, sidang dilanjutkan dengan pemilihan majelis ketua yang berjumlah 3 orang, dimana 1 orang berasal dari unsur PK dan 2 orang dari unsur anggota biasa GMKI FKM USU. Satu orang dari unsur PK diwakilkan oleh Manotar Ambarita, saat itu menjabat sebagai wakil ketua bidang organisasi dan komunikasi. Dua orang dari unsur anggota dipilih Rakom, yang terpilih adalah Masrudi Turnip dan Leo Erikson.
Rakom GMKI FKM USU dimulai dengan penyampaian LPJ PK GMKI FKM USU 2002-2003, kemudian dilanjutkan dengan penilaian, pembahasan GBPKUO dan pemilihan Ketua dan Sektretaris, beserta formateur.
Ada sebuah catatan penting pada saat Rakom, yaitu; terjadi skorsing sidang, menyangkut pencalonan ketua komisariat. Pada pencalonan bakal ketua, tidak ada satu orangpun yang bersedia. Akhirnya sidang diskors selama 30 menit. Dilanjutkan dengan share dengan beberapa anggota GMKI yaitu, Suparlan Lingga, Jasmen Manurung, Bobok Setiadi, Manotar Ambarita. Setelah share dilakukan, barulah ada tiga orang bakal calon yang menyatakan kesediaannya. Ketiga bakal calon tersebut adalah Masrudi Turnip, Maafdi H.S dan Anicetus Marbun. Dan akhirnya, Masrudi Turnip terpilih menjadi ketua PK GMKI FKM USU 2003-2004, mengungguli perolehan suara Maafdi H.S dan Anicetus Marbun. Sedangkan untuk pemilihan sekretaris diikuti oleh dua orang calon, yaitu: Sondang Nainggolan dan Liory Olganita. Dari kedua nama tersebut, akhirnya Sondang Nainggolan terpilih sebagai Sekretaris PK GMKI FKM USU.
Sidang dilanjutkan dengan pemilihan tim formateur yang berfungsi memilih dan melengkapi struktur PK GMKI FKM USU 2003-2004. Tim formateur saat itu yaitu Masrudi Turnip sebagai ketua formateur, Sondang Nainggolan sebagai sekretaris formateur dan Harpen D. Simarmata, Bobok Simanjuntak, Taty Damanik, sebagai anggota formateur.
Pembobotan Pengurus Komisariat
Perjalanan PK GMKI FKM USU 2003-2004 dimulai dengan pembobotan sebagai penguatan kapasitas yang difasilitasi oleh kakanda-kakanda GMKI FKM USU. Materi analisa SWOT, struktur dan uraian tugas, komunikasi efektif dan team work yang diberikan dalam pembobotan cukup membantu PK dalam merencanakan program setahun ke depan.
Sidang Pleno I
Sidang pleno I PK GMKI FKM USU dilakukan sebagai bagian dari momentum merencanakan program dan mekanisme intern GMKI setahun ke depan di bawah payung tema, Lakukanlah Yang Baik dan Tetaplah setia (Maz 37:3), PK melakukan analisa kebutuhan anggota dalam upaya menjawab dan menyentuh persoalan anggota GMKI di basis FKM USU.
Pada sidang pleno I disepakati beberapa program dalam bidang organisasi dan komunikasi seperti diskusi pemahaman organisasi dan komunikasi, sosialisasi GMKI, membangun hubungan dengan organisasi intra maupun ekstra, penataan organisasi berupa data base anggota sebagai upaya mengetahui kekuatan dan kelemahan, dan komunikasi kasih sebagai upaya untuk mempererat tali persaudaraan sesama anggota GMKI FKM USU. Pada bidang pendidikan kader dan kerohanian disepakati program PA, Kebaktian, Rekoleksi (Retreat) sebagai penguatan roh gerakan yaitu persekutuan dengan Allah Tritunggal. Diskusi dalam rangka peningkatan kapasitas dan pengutusan kader di berbagai kesempatan baik pelatihan, seminar maupun kepanitian masih menjadi fokus peningkatan kualitas kader. Bidang aksi dan pelayanan direncanakan kunjungan gereja, kunjungan panti asuhan, dan kunjungan desa sebagai upaya melihat realitas di sekeliling kita, tentoran mata kuliah, dan pembuatan bulletin meningkatkan peran di perguruan tinggi mengangkat isu yang berkembang di lingkungan kampus.
Beberapa Program Penting
Rekoleksi
Program rekoleksi dilaksanakan tanggal 23-25 April 2004 di Gedung Pusat Pembinaan Warga Gereja (PPWG) Centrum GBKP Kabanjahe. Pelaksanaan program ini diiringi dengan banyak pergumulan. Mulai dari pencapaian dana, panitia pelaksana, sampai perangkat acara harus dikerjakan secara bersama-sama tanpa harus membedakan panitia dan PK. Pencarian dana melalui usaha-usaha keuangan, donator dari senior GMKI Cab Medan maupun stakeholder belum juga cukup untuk membiaya pelaksanaan program ini. Beberapa panitia dan PK yang tidak total untuk melayani turut melemahkan pencapaian program ini. Meskipun demikian, tiada mustahil dalam melayani Tuhan. Dengan penyerahan sepenuhnya kepada Dia dan persekutuan doa antar pengurus dan panitia, pada akhirnya pelaksanaan program ini berjalan dengan baik. Pengumpulan dana secara mandiri dari anggota GMKI FKM USU ternyata sangat membantu dalam menyokong biaya operasional program ini.
Pengutusan Kader
1. PK GMKI Komisariat FKM USU mengutus saudara Bobok S. Simanjuntak dan Melva A. Sihombing, menjadi Badang Pengurus Cabang (BPC) GMKI Cabang Medan, dengan masing masing pada posisi sebagai wakil sekretaris BPC bidang aksi dan pelayanan, dan biro Aksi dan Pelayanan.
2. Mengutus saudara Masrudi Turnip untuk mengikuti konsultasi wilayah I Aceh dan Sumut sebagai media penambahan wacana dan rekomendasi perbaikan GMKI, yang dilaksanakan pada tanggal 12-16 November 2003 di Hotel Dharma Deli.
3. Mengutus saudara Leo Erikson Sitepu untuk megikuti kegiatan Kursus Latihan Kepemimpinan (KLK) yang diselenggarakan BPC GMKI Medan pada tanggal 16-22 April 2004 di Gelora Kasih Sibolangit.
Maper
Sepanjang perjalanan kepengurusan PK GMKI Komisariat FKM USU masa bakti 2003-2004, telah melakukan satu kali masa perkenalan (Maper). Maper pada masa kepengurusan ini berhasil memperoleh kelulusan adalah sebanyak 7 orang. Maka, secara kuantitas, GMKI Komisariat FKM USU bertambah menjadi 49 orang.
Sosialisas dan Komunikasi Kasih
Sosialisasi GMKI pada saat kedatangan mahasiswa baru membawa dampak yang cukup besar dalam rangka memperkenalkan GMKI sebagai salah satu media pelayanan. Berdiskusi dalam rangka peningkatan wacana dan pemahaman baik secara formal maupun non formal juga turut menambah nilai plus GMKI dalam mengajak calon anggota untuk mau melayani di GMKI.
Perjalananan kepengurusan ini diwarnai dengan naik turunnya semangat dalam menjalani setiap pergumulan pelayanan di GMKI. Sebuah sarana yang sering dimanfaatkan pengurus untuk bertukar ide dan curahan hati (curhat) adalah rujak party dan coffee evening dengan sesama pengurus maupun dengan kakanda-kakanda GMKI FKM USU. Acara ini sering disebut dengan komunikasi kasih. Pelaksanaan kegiatan kunjungan desa ke Lau Simalem juga turut membangun solidaritas sesama PK untuk mau melihat realitas dan berbagi dengan sesama yang membutuhkan. Hubungan saling membangun dan memotivasi satu sama lain menjadi kekuatan yang luar biasa kepada PK untuk tetap bertahan menjalani kepengurusan sampai akhirnya menghantarkan ke rakom berikutnya.
Akhirnya
Dipenghujung kepengurusan, PK GMKI Komisariat FKM USU melakukan sidang pleno II pada akhir masa keperiodean, yaitu Rakom. Kebersamaan yang dilalui sebagai PK menjadikan tali persaudaraan semakin erat dan manfaatnya begitu besar setelah berada di tingkat fungsional organisasi. Akhirnya kepengurusan PK GMKI FKM USU masa bakti 2003-2004 berakhir sudah. PK GMKI FKM USU dilanjutkan dengan kepengurusan pada masa bakti 2004-2005.