Our Diary.
to Share our Life Events

PERJALANAN GMKI KOMISARIAT FKM USU MASA BAKTI 2002-2003

PERJALANAN GMKI KOMISARIAT FKM USU
MASA BAKTI  2002-2003

Oleh: Harpen Simarmata

***

Awal Perjalanan Komisariat
Pada awal pembentukan GMKI komisariat FKM USU, jumlah anggota yang ada hanya 16 orang, dimana masih tergolong minim sekali, sebab jumlah minimum untuk membentuk suatu komisariat adalah 15 orang anggota. Hal ini terus berkembang seiring waktu berjalannya GMKI komisariat FKM USU. Adapun jumlah anggota pada akhir kepengurusan periode 2001-2002 adalah 31 orang.
Perjalanan GMKI Komisariat FKM USU periode 2002-2003 merupakan lanjutan program yang direncanakan pada akhir periode sebelumnya, dimana analisa kebutuhan anggota dilakukan bersamaan dengan kegiatan Kunjungan Desa dan Kunjungan Gereja di daerah Sibolangit (Desa Ujung Ndeleng dan Lau Simalem). Usia komisariat yang tergolong muda (1 tahun) masih mencari bentuk dan warna tersendiri sebagai ciri khas komisariat, sehingga belum banyak yang bisa diperbuat karena masih terfokus pada diskusi-diskusi untuk perencanaan kedepannya, tetapi telah mampu untuk memotivasi para anggota komisariat untuk bisa berfikir kritis dan  menyikapi kondisi kampus, sehingga para kadernya memiliki nilai tawar di kalangan organisasi kampus.
Bila kita melihat proses pemilihan ketua, sekretaris, dan bendahara, ada sedikit perbedaan di bandingkan periode sebelumnya, dimana proses pemilihan ketua cukup alot dan sedikit perdebatan dalam hal kriteria calon ketua, namun pada saat pemilihan sekretaris dan bendahara hanya dilakukan secara aklamasi (suara bulat). Dan hal ini terjadi berdasarkan hasil lobi-lobi yang telah dilakukan sebelumnya pada saat sidang sedang di pending (waktu istirahat). Berdasarkan hasil RAKOM (Rapat Anggota Komisariat) GMKI FKM USU pada bulan Maret 2002 di PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa) Cabang Medan terpilih 3 orang pengurus inti yakni Ketua, Sekretaris, dan Bendahara. Tim ini bersama beberapa anggota lainnya dalam bentuk Tim formateur bertanggung jawab untuk memilih pengurus komisariat lainnya yang masih kosong posisinya, dimana berdasarkan hasil RAKOM tersebut disepakati jumlah seluruh Pengurus Komisariat (PK)  yakni 9 orang (1 orang ketua, 1 orang sekretaris, 1 orang bendahara, 3 orang wakil ketua bidang, dan 3 orang wakil sekretaris bidang). 
Perjalanan komisariat periode 2002-2003 yang dipimpin Harpend Simarmata (ketua) dan Nesli Purba (sekretaris) tidak selamanya berjalan lancar seperti yang diharapkan karena banyak tantangan yang dihadapi selama 1 (satu) tahun kepengurusan komisariat, diantaranya kurangnya peran serta anggota dan rasa tanggung jawab setiap pengurus komisariat dalam menjalankan setiap program. Usia para Pengurus Komisariat yang tergolong masih muda merupakan asset yang besar  untuk mengembangkan talenta yang dimiliki sebagai calon-calon pemimpin ke depannya karena banyak proses yang harus dilalui dalam membentuk karakter setiap PK untuk lebih bertanggung jawab terhadap tugas yang diemban.
Proses perjalanan komisariat yang hanya setahun harus mampu membangun rasa kebersamaan dan kekeluargaan dalam komisariat, dan hal ini  merupakan tanggung jawab dan tugas para Pengurus Komisariat untuk merangkul setiap anggota, selain itu tugas ini berhubungan dengan implementasi program-program yang telah diamanahkan sebelumnya dalam RAKOM. Adapaun Inti kebijakan/arah dan strategi kebijakan program komisariat periode 2002-2003 terfokus pada Bidang Aksi dan Pelayanan (Akspel), dimana diharapkan setiap anggota dapat berkarya dalam 3 (tiga) medan pelayanan GMKI yakni gereja, perguruan tinggi, dan masyarakat.

Beberapa Program Penting
Program Bidang Organisasi dan Komunikasi (Orkom)
Program ini mencakup registrasi anggota, pemahaman organisasi dan konstitusi, acara keakraban, membina hubungan dengan organisasi lain, dan komunikasi kasih. Adapun kegiatan utama program ini terfokus pada membangun komunikasi dan keakraban antar sesama anggota dan pemahaman organisasi dan konstitusi. Pada akhir program ini telah menghasilkan jumlah anggota sebanyak 41 orang, dimana pada masa keperiodean 2002-2003 telah bertambah 12 orang  anggota baru, namun telah terjadi juga pengurangan 1 orang anggota dikarenakan pindah kuliah.

Program Bidang Pendidikan Kader dan Kerohanian (PKK)
Program ini mencakup diskusi, perekrutan anggota, pengutusan kader, kebaktian dan Penelaahan Alkitab (PA). adapun kegiatan utama program ini terfokus pada diskusi-diskusi dan perekrutan anggota baru. Program ini bisa dikatakan cukup berhasil terutama dalam perekurutan anggota karena telah menghasilkan 5 orang peserta Maper (Masa Perkenalan) terbaik dari 12 orang calon anggota yang diutus dalam kegiatan tersebut.
Program Bidang Aksi dan Pelayanan (Akspel)
Program ini mencakup tentoran mata kuliah, aksi kebersihan kampus, kunjungan gereja, kunjungan desa, dan pelayanan panti asuhan. Adapun kegiatan program ini terfokus pada kunjungan desa dan aksi kebersihan kampus. Kegiatan ini cukup berkembang dengan dilakukannya kunjungan desa dan gereja di desa Lau Semalem, Sibolangit, dimana salah satu pengurus komisariat (Saudara Bobok Simanjuntak) telah membangun hubungan baik sebelumnya dengan para tokoh masyarakat di desa ini sehingga kegiatan ini dapat diterima baik oleh pihak masyarakat setempat.

Dinamika PK
Pada proses perjalanan komisariat kadang terjadi kesalahpahaman antar sesama PK disebabkan mis-komunikasi dalam menjalankan wewenang tugas dan kewajiban yang diberikan sesuai dengan apa yang telah dimandatkan  pada Rakom. Salah satu permasalahan yang pernah terjadi berdasarkan pengalaman penulis, yakni perselisihan ketua dan sekretaris. Penulis sendiri yang pada saat itu menjabat sebagai Ketua Komisariat sangat marah kepada sekretaris disebabkan timpang tindihnya tugas yang harus dilakukan oleh ketua komisariat dikarenakan kurangnya kesadaran sekretaris dalam melaksanakan tugasnya dalam hal administrasi komisariat. Akibat perselisihan tersebut hubungan kerja  ketua dan sekretaris sempat agak renggang dan kurang nyaman, sehingga mengundang peran serta Pengurus komisariat lainnya dan anggota yang lebih senior untuk mendamaikan perselisihan tersebut agar tidak mengganggu proses perjalanan program kedepannya. Perjalanan komisariat periode 2002-2003 tidak terlepas permasalahan yang ada selama proses berjalannya program, namun karena dukungan dan partisipasi anggota serta kerjasama para pengurus komisariat permasalahan  yang ada dapat terasa lebih ringan.

Penutup
Harapan saya, ke depannya komisariat ini dapat terus berkembang dan memiliki warna tersendiri, dapat terfokus pada latar belakang pendidikan para anggota komisariat yakni kesehatan masyarakat, sehingga dapat lebih dikenal oleh masyarakat, sekaligus dapat membangun jaringan yang lebih luas. Siapa lagi yang dapat membangun komisariat ini kalau bukan kita sendiri yang peduli dan mau mengembangkannya.
GMKI Komisariat FKM USU, Jayalah!
GMKI Komisariat FKM USU GMKI Komisariat FKM USU Author

FACEBOOK