PERJALANAN GMKI KOMISARIAT FKM USU MASA BAKTI 2007-2008
Selasa, Mei 10, 2011PERJALANAN GMKI KOMISARIAT FKM USU
MASA BAKTI 2007-2008
Oleh: Jariston Habeahan
***
Tak ada gading yang tak retak, itu kata pepatah. Tak ada pekerjaan yang sudah rampung yang tak memiliki kekurangan. Sebab tak ada yang sempurna, apalagi jika dihadapkan pada sebuah organisasi pada satu masa masa bakti(satu tahun). Ada saja yang membenturkan kita pada beragam persoalan. Pada estapet kali ini sebenarnya tidak ada yang terlalu elok untuk diingat, semua berjalan biasa saja. Sebab tak ada kemampuan atau kelebihan yang menonjol dibanding pengurus-pengurus sebelumnya. Meskipun demikian, PK telah memberikan warna tersendiri dalam sejarah kepengurusan GMKI FKM USU. Pada perjalanan Pengurus Komisariat (PK) masa bakti 2007-2008, ini merupakan pergantian estapet kepengurusan yang ke tujuh kalinya.
Rapat Anggota Komisariat (RAKOM)
Mengingat kembali pada saat Rapat Anggota Komisariat (RAKOM) tanggal 6 Mei 2007, ada sedikit rahasia pribadi sebelum berani mencalonkan diri sebagai ketua, yaitu ada rasa tidak mau tau lagi untuk menjabat sebagai PK, apalagi jabatan sebagai ketua. Namun inilah salah satu bukti bahwa setiap manusia ingin diberikan kedirian dalam komunitasnya, sehingga akan menggerakkan hatinya yang telah beku, bila mana ada orang yang mau menghargai kedirian tersebut. Perasaan beku yang saya maksud adalah perasaan cuek untuk maju sebagai ketua. Namun pada saat detik-detik pemilihan ketua, saya dihargai salah satu senior GMKI (baca: Kakanda Jasmen Manurung) untuk maju, sehingga saya sendiri tergerak untuk jadi ketua. Karena situasi menunjukkan peluang yang sangat besar bagi saya untuk terpilih sebagai ketua, sehingga keputusan yang saya utarakan harus hati-hati. Singkatnya saya terpilih jadi ketua, dimana rival saya pada saat itu, yaitu Teresia Sidauruk (MAPER 2004), Efvi Ulina Sirait (MAPER 2005), Arito Silaban (MAPER 2006). Selanjutnya Efvi Ulina Sirait terpilih jadi sekretaris, dimana rivalnya saat itu yaitu Eva Fransiska Lumban Batu MAPER 2006,
Ketua dan sekeretaris terpilih bersama dengan Formateur bertanggungjawab dalam memilih PK untuk bekerja satu tim selama satu periode (2007-2008). Ada hal yang jadi kendala saat itu. Sebagian besar PK demisioner telah menjabat sebagai PK selama dua periode, sehingga yang menjadi PK berikutnya yang diharapkan adalah anggota GMKI yang belum pernah menjabat sebagai PK sebelumnya yaitu MAPER 2006. Singkatnya, mereka bersedia walaupun dari segi kapabilitas belum cukup pengalaman. Disatu sisi saya yakin dengan tim saya karena berkat pengalaman sebagai PK sudah menjabat ketiga kalinya. Hal lain yang juga menguatkan PK ketika saudari Dahliana Simanullang bersedia menjabat sebagai yang PK untuk ketiga kalinya untuk membantu mengarahkan perjalanan kegiatan struktur kepengurusan organisasi.
Mengawali kepengurusan Melalui Pembobotan
Perjalanan Komisariat diawali dengan pembobotan PK untuk memberikan pemahaman tentang kehidupan berorganisasi yang terstruktur dan sistematis. Ada beberapa topik pembobotan yang kami anggap perlu yang membutuhkan pembicara yang tepat untuk topik tersebut.
Pembobotan hari pertama (29 Mei 2007), tentang Pemimpin Yang Melayani dan Struktur dan Uraian Tugas dibawakan oleh Kakanda Edy Saputra Simamora. Dalam hal ini PK dapat diharapkan meneladani Tuhan Yesus sebagai teladan pemimpin yang melayani. Pada intinya materi ini adalah bahwa seorang pemimpin tidak hanya memberikan perintah mengerjakan segala sesuatu untuk kepentingan organisasi, melainkan harus bisa duduk setara secara fungsional dalam menjalankan tugas organisasi yang senantiasa dalam kerendahan hati serta menghindari sikap arogan.
Selanjutnya Topik Struktur dan Uraian Tugas, melalui topik ini PK diharapkan agar dapat bekerja secara kolektif dalam menanggungjawabi pelaksanaan program berdasarkan struktur yang sudah ada, tanpa melupakan tanggungjawab secara fungsional.
Pembobotan hari kedua (30 Mei 2007) yaitu tentang Analisa SWOT dan Logical Frame Work yang di bawakan Kakanda Sutrisno Pangaribuan. Dengan analisa SWOT, PK diharapkan memahami dan dapat menganalisa kekuatan dan kelemahan internal organisasi dan peluang serta tantangan diluar organisasi (Stakeholder) sehingga mampu membuat perencanaan program dengan baik.
Selanjutnya materi Logical Frame Work ini, PK diberi Pemahaman akan pentingnya kerangka kerja yang logis, sehingga aktivitas gerakan yang akan dijalankan oleh PK berjalan sesuai dengan yang direncanakan dimana setiap kegiatan organisasi dilaksanakan pada waktu yang tepat tanpa ada kegiatan yang tumpang tindih.
Pembobotan hari ketiga (1 Juni 2007) yaitu tentang Komunikasi Efektif yang dibawakan oleh kakanda Jasmen Manurung. Melalui Topik ini PK diberikan pemahaman akan pentingnya Komunikasi antar Pengurus dan juga anggota sehingga akan terwujud didalamnya persekutuan dan tepa selira yang baik sebagai sebuah persekutuan dan sebagai pengurus.
Setelah pembobotan, maka PK melaksanakan pra pleno hingga Pleno I. Pleno I dilakukan dengan tujuan untuk mensahkan program selama satu tahun. Pada kepengurusan ini juga dilakukan pleno ke II. Alasan pelaksanaan pleno ke II ini adalah proses pengunduran diri saudara Dahliana Simanullang yang disebabkan oleh kecelakaan (lalu lintas). Pada akhirnya diputuskanlah Pergantian Antar Waktu (PAW) dari saudari Dahliana Simanullang kepada Saudara Okvianus Pangaribuan.
Hubungan antar PK
Terlepas dari pembanggaan masa bakti, ada kebanggaan tersendiri pada PK masa bakti ini. Kekompakan antar pengurus pada saat itu begitu terasa. Meski awalnya ada sebagian PK yang merasa rikuh dan risih dengan kekompakan yang dibina sebagai satu tim. Namun itu tidak bertahan lama, terlebih ketika diadakan refleksi antar pengurus yang berlangsung selama Tujuh jam. Berangkat dari refleksi tersebut, pengurus Komisariat menjadi lebih saling mengenal satu sama lain dan mampu untuk mengikis rasa segan berlebihan dan asumsi negatif yang terpikir antar PK. Setidaknya kekompakan yang ada pada saat itu antara lain, pada saat rapat pengurus selalu kuorum, sehingga pembagian tugas berjalan dengan baik. Artinya dalam pembagian tugas tidak harus dikerjakan secara struktural, namun pada umumnya secara kolektif.
Hal berikutnya yang menarik dari masa kepengurusan ini adalah perhatian PK pada hal-hal yang dianggap “kecil”, namun memberikan makna yang sangat berarti, seperti; ulang tahun, sharing kondisi dan berbagai kegiatan lainnya. Mungkin hal ini terkesan tidak begitu penting dalam kepengurusan, namun pada saat itulah kita telah memberi apresiasi kedirian terhadap seseorang.
Beberapa Program Utama
Berangkat dari inti kebijakan yang menyatakan bahwa perlunya peningkatan tata Organisasi dan komunikasi serta kualitas kader yang baik. Dengan demikian ada beberapa program sebagai usaha menjawab inti kebijakan tersebut.
Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) merupakan program yang pertama kali dilaksanakan pada GMKI FKM USU, yang dilaksanakan pada 29 Maret - 1 April 2008. Ada euforia dan sekaligus membanggakan pada saat GMKI FKM mampu melaksanakan LDK pada saat itu. Pengalaman yang pertama tentunya butuh proses berpikir yang banyak karena banyak yang harus dikerjakan yang serba baru. Namun sangat mengesankan ketika panitia yang didalamnya adalah pengurus-pengurus sebelumnya, termasuk juga beberapa senior GMKI, yang mau terjun sebagai panitia sehingga memberi kemudahan dalam melaksanakan LDK GMKI FKM USU.
Program lain adalah Seminar Sumpah pemuda yang terselengara atas kerja sama GMKI dengan HMI, POMK dan juga Lembaga Dakwah Kampus (LDK) yang diadakan di Auditorium FKM USU pada tanggal 29 Oktober 2007. Seminar ini dilaksanakan untuk melakukan refleksi bersama tentang perlunya persatuan dan semangat kepemudaan oleh pemuda yang terdahulu untuk dijadikan batu tapal akan pergerakan mahasiswa sebagai kaum intelektual dan peubah pada masyarakat.
Kunjungan Gereja yang terlaksana di Gereja HKBP Pancur Batu berupa seminar HIV/AIDS bersama pemuda-pemuda gereja. Agar dengan kegiatan ini diharapkan semakin memahami bahaya HIV/AIDS untuk membantu melakukan tindakan pencegahan penularannya.
Engglish class adalah salah satu program yang menarik pada masa bakti ini. Namun ada kendala pada pelaksanaan program ini, terkait dengan tim UPT Engglish class yang telah dibentuk oleh PK. Di mana PK dan Team UPT tidak mampu menyusun kurikulum, yang seharusnya digunakan oleh tim UPT sebagai acuan Engglish class ini. Sehingga setiap pertemuan materinya tidak begitu sistematis dan terarah tujuan dan sasarannya. Peserta yang hadir juga cenderung hanya PK. Singkatnya program ini menarik pada saat perencanaan, namun tidak pada saat pelaksanaan.
Begitu juga dengan Kebaktian, PA, Jam doa dilaksanakan menurut waktu yang sudah ditentukan. Di mana program ini merupakan program yang tak bisa dilupakan sepanjang arak-arakan ini masih ada
Masa Perkenalan (MAPER)
Pada masa bakti ini, proses MAPER dilaksanakan dua kali. Pertama dilakukan oleh BPC di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) GMKI Cab. Medan pada tahun 2007. Namun, ada beberapa kendala yang menjadi catatan penting pada saat proses MAPER tersebut. Pertama, kemampuan PK, khususnya yang baru pertama kali jadi PK, merasa kurang percaya diri untuk mengajak calon peserta maper. Akibatnya jumlah peserta maper jauh dari harapan. Meskipun demikian, ada beberapa orang calon peserta maper yang diajak saat itu, dan jumlah peserta MAPER yang lulus sebanyak 12 orang.
Kedua, suasana pelaksanaan MAPER di PKM GMKI Cabang Medan kurang kondusif. Mengingat jumlah peserta MAPER yang begitu banyak (berasal dari 17 komisariat), sementara tempat dan fasilitas ruangan tidak begitu memadai. Selain itu, posisi PKM GMKI Cabang Medan yang terletak di kawasan pusat kota menjadikan kondisi penuh bising dengan suara lalu lintas kendaraan di sekitar PKM. Akibatnya, beberapa Komisariat kurang puas dengan kualitas dan kuantitas MAPER, sehingga ada keingginan beberapa Komisariat untuk mengajukan usulan MAPER Khusus pada BPC GMKI Cab. Medan masa bakti 2007-2009. Singkatnya, BPC melaksanakan MAPER Khusus. Jumlah anggota yang bertambah melalui MAPER khusus ini sebanyak 3 (tiga) orang, sehingga jumlah keseluruhan anggota yang dapat diajak menjadi anggota GMKI pada masa bakti ini sebanyak 15 orang. Jadi, secara kwantitas, jumlah anggota GMKI FKM bertambah dari 106 orang menjadi 121 orang.
Akhir Masa Bakti
Sebagai perjalanan akhir periode ini, sebagaimana yang sudah diatur dalam konstitusi bahwa harus melakukan RAKOM (Pleno ke III). Pada masa bakti RAKOM dilaksanakan di Auditorium FKM USU yang berlangsung selama tiga hari pada tanggal 17, 18 dan 20 Mei 2008. Adapun tugas Rapat Anggota Komisariat sebagai mana diatur dalam Statuta Cabang GMKI Medan pasal 11 ayat 6 yaitu :
a. Menilai laporan Pengurus Komisariat dalam melaksanakan keputusan konperensi cabang
b. Menyusun program kerja, menetapkan struktur kebijakan anggaran pendapatan dan belanja
c. Memilih Pengurus Komisariat
Akhir masa bakti merupakan pergantian memegang tugas dan tanggungjawab secara struktural, namun tidak, secara fungsional. Kita masih memiliki tanggungjawab berbagi pengalaman bagi pengurus yang baru nantinya. Setidaknya begitulah kesannya jika melepaskan jabatan struktural. Jabatan sturktural bagi saya adalah “akar” yang membentuk saya dan kawan-kawan pengurus sedemikian rupa. Berbagai pengalaman dicerap begitu beragam dan cukup banyak, inilah kesan tak bisa dilupakan dalam keterlibatan kita membawa arak-arakan ini.
Mengungkap sejarah, tentunya akan bisa menangkap makna eksistensi, yakni bahwa setiap individu adalah ahli waris masa lalu dan ada kalanya kita terikat pada masa lalu (Heidegger, 1889-1976). Bahwa kita ada adalah hasil masa lalu tentang apa yang kita lakukan dan bagaimana kita melakukannya sehingga kita yang pernah mewarnai GMKI merupakan usaha yang kita lakukan untuk membuktikan Tripanji di Medan Pelayanan kita. Memang harus diakui, bahwa banyak momentum penting belum tertuliskan disini, namun kiranya dapat menambah ingatan kita yang sudah ada tentang perjalanan Komisariat, khususnya masa bakti ini. Mohon maaf masih banyak keterbatasan penulis menyusun uraian sejarah singkat ini. Kiranya Tuhan kita Yesus Kristus Sang Kepala Gerakan senantiasa menyertai kita untuk melanjutkan pergerakan dan meneruskan estapet pergerakan kita kedepan.