Our Diary.
to Share our Life Events

PERJALANAN GMKI KOMISARIAT FKM USU MASA BAKTI 2008-2009


PERJALANAN GMKI KOMISARIAT FKM USU
MASA BAKTI 2008-2009

Oleh: Lafandi Sitompul

***

          Sesungguhnya perjalanan GMKI Komisariat FKM USU tahun 2008-2009 belum selesai pada saat tulisan ini dibuat. Akan tetapi, diharapkan tulisan ini mampu memberikan gambaran setahun perjalanan komisariat. Penulis juga, sekaligus menjadi ketua komisariat termuda dari seluruh penulis yang tercantum dalam buku ini.

Rapat Anggota Komisariat Tahun 2008
Perjalanan kepengurusan masa bakti 2008-2009 dimulai dari Rapat Anggota Komisariat (RAKOM) tahun 2008. RAKOM tersebut menjadi RAKOM yang ke 7 di GMKI Komisariat FKM USU. Berlangsung pada hari Sabtu, Minggu dan Selasa, tanggal 17-18 &20 Mei di Auditorium FKM USU.
Pada saat mengawali sidang, anggota yang hadir relatif banyak, namun jumlah tersebut terus menyusut sampai pada saat penutupan RAKOM. Konsistensi anggota dalam mengikuti RAKOM akan terlihat dari keseriusan mengikuti setiap sesi sidang. Dalam hal ini masih ada anggota yang mengikuti proses ini dengan setengah hati. Misal keluar masuk, tidur-tiduran, mengobrol dan sebagainya. Salah satu hal yang juga patut menjadi catatan adalah pada saat penyampaian Laporan Pertanggungjawaban, kritik, saran, dan tanggapan yg disampaikan peserta RAKOM cenderung didominasi oleh orang-orang tertentu saja, terutama senior (anggota luar biasa). Padahal peranan anggota biasa sangatlah dibutuhkan, mengingat bahwa yang banyak bersentuhan dengan segala kegiatan komisariat di tahun sebelumnya dan tahun berikutnya tentunya adalah anggota biasa itu sendiri.

Pemilihan Penanggung Jawab Komisariat
Penanggung jawab komisariat adalah ketua dan sekretaris. Penanggung jawab yang baru dipilih oleh forum RAKOM. Di sinilah proses demokrasi juga dibangun dengan sebaik-baiknya, sekaligus menjadi sarana belajar bagi seluruh anggota untuk belajar menentukan pilihan. Dimulai dari pemilihan ketua komisariat, tidak ada anggota yang berani atau cukup percaya diri untuk mencalonkan diri. Sehingga calon yang muncul adalah hasil pencalonan orang lain, termasuk penulis sendiri.Setelah ditanya kesediaannya satu persatu oleh pimpinan sidang, maka tersisa 2 orang calon yang bersedia untuk mengikuti proses pemilihan, yaitu saudara Arito Silaban dan Lafandi Sitompul (penulis). Dan pada akhirnya pemilihan dimenangkan oleh penulis dengan selisih 11 suara. Setelah itu, pemilihan sekretaris diikuti oleh dua orang calon, yaitu: Eva Fransiska Lumban Batu dan Nina Karina Tarigan. Pemilihan sekretaris akhirnya dimenangkan oleh saudari Nina dengan selisih 2 suara.
Tim Formateur
Setelah pemilihan penanggung jawab Pengurus Komisariat (PK) dilakukan, maka agenda RAKOM selanjutnya melakukan pemilihan tim formateur. Tim formateur bertugas melengkapi anggota yang ditempatkan dalam struktur PK. Tim formateur terdiri dari 5 orang yaitu Lafandi Sitompul, Nina Karina Tarigan, Leo Erikson Sitepu, Jariston Habeahan dan Bunga Sinaga. Sesuai dengan jumlah struktur yang disahkan dalam RAKOM yakni sebanyak 11 orang, tim formateur mampu menyelesaikan tugasnya untuk melengkapi ke-11 jumlah struktur tersebut tepat waktu. PK yang terpilih dilantik pada hari Jumat, tanggal 13 Juni 2008.

Sidang Pleno I
Sebelum melaksanakan Sidang Pleno I, PK yang baru terbentuk terlebih dahulu menyelenggarakan Pra Pleno terbuka yang dilakukan pada hari Sabtu, tanggal 2 Agustus 2008, dengan tujuan untuk menerima dan menampung saran-saran anggota mengenai rancangan program yang dibuat oleh PK, sebelum program tersebut disahkan dalam Sidang Pleno I.
Adapun sidang Pleno I berlangsung pada hari Senin, tanggal 18 Agustus 2008 bertempat di Pusat Kegiatan Mahasiswa, GMKI Cabang Medan, Jl. Iskandar Muda no 107 A. Agenda utama dalam sidang pleno adalah Pembahasan dan Pengesahan Arah, Strategi dan Kebijakan Umum Organisasi (ASKUO), pembahasan dan pengesahan seluruh program kerja dan kebijakan keuangan.

Inti Kebijakan, Tujuan, Arah dan Haluan Komisariat
Setelah melakukan analisa umum dan permasalahan pokok organisasi, maka ditetapkanlah inti kebijakan organisasi yaitu: Meningkatkan Fungsi Bidang Organisasi dan Komunikasi dan Fungsi Bidang Pendidikan Kader. Dari inti kebijakan tersebut, diturunkan tujuan organisasi yaitu, melaksanakan tata organisasi dengan baik dan memperbaiki komunikasi berbagai unsur di dalam GMKI, dan peningkatan kualitas kader baik spiritual maupun intelektual secara berkesinambungan, untuk mendorong peran serta GMKI di ketiga medan pelayanan. Arah dan haluan kebijakan yang disusun pada bidang Organisasi dan Komunikasi terdiri dari: 1) perbaikan komunikasi antar unsur PK dengan anggota, PK dengan komisariat sejajaran, dan Badan Pengurus Cabang GMKI Medan, 2) Peningkatan pemahaman anggota tentang organisasi, 3) penataan Inventaris, file-file, dan peralatan organisasi. Bidang Pendidikan Kader: 1) pengembangan kemampuan anggota dalam kepemimpinan 2) pengembangan wacana dan pembinaan anggota sesuai dengan kapasitas GMKI FKM USU. Bidang Kerohanian: pembinaan spritualitas anggota. Bidang Aksi dan Pelayanan; peningkatan peran serta GMKI FKM USU di tiga medan pelayanan sesuai dengan potensinya.

Perjalanan Kepengurusan
Penyambutan Mahasiswa Baru
GMKI sering disebut organisasi eksternal kampus. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengenalan terhadap mahasiswa baru dengan cara tersendiri, terutama yang membangun ikatan emosional. Untuk itu diadakanlah Penyambutan Mahasiswa Baru dengan konsep yang disusun oleh Pengurus Komisariat. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Sabtu-Minggu, tanggal 20-21 September 2008. Dilaksanakan di Taman Doa Sola Gratia Pancur Batu Medan. Mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan tersebut sebanyak 18 orang.Acara inti adalah Diskusi Pengenalan Diri yang dibawakan oleh Kakanda Suparlan Lingga, Penelaahan Alkitab yang dibawakan oleh Kakanda Pdt. Happy Pakpahan, dan Cross Country (lintas alam) yang dipandu oleh PK. Pada saat diskusi pengenalan diri (Sabtu malam), diskusi berlangsung cukup menarik, melalui diskusi setiap mahasiswa baru belajar mengenal diri dan mengenal tipe-tipe kepribadian. Minggu pagi melaksanakan Penelaahan Alkitab dengan banyak membahas mengenai teladan tokoh Daniel. Acara Cross Country yaitu perjalanan menempuh rute melintasi hutan, ladang, dan sungai. Kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan pada saat itu terjalin hubungan emosional yang baik dengan mahasiswa-mahasiswa baru.

Masa Perkenalan
Masa Perkenalan atau sering disingkat Maper, adalah proses perekrutan anggota baru di GMKI. Pelaksana dan penanggung jawab kegiatan tersebut adalah Badan Pengurus Cabang GMKI Medan. Maper berlangsung pada tanggal 22-24 dan 28-29 Oktober 2008 di Aula Methodist Jln. Hang Tuah Medan. Awalnya jumlah peserta Maper yang mendaftarkan diri sebanyak 24 orang. Seiring proses Maper terjadi pengunduran diri atau tidak konsisten mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sehingga tidak memenuhi kriteria menjadi anggota. Pada akhirnya jumlah anggota yang diterima dari komisariat FKM USU sebanyak 12 orang. Proses Maper sering menjadi perdebatan, karena banyaknya permintaan akan lulus bersyarat. Lulus bersyarat maksudnya lulus menjadi anggota walaupun tidak memenuhi kriteria. Badan Pengurus Cabang menentukan lulus bersyarat berdasarkan pertimbangan yang disampaikan oleh para pengurus komisariat. Dari komisariat FKM USU tidak satupun anggota yang lulus bersyarat, walaupun PK boleh mengajukan beberapa nama untuk lulus bersyarat, hal tersebut tidak dilakukan. Dengan harapan anggota yang lulus adalah orang-orang yang memang melalui proses seleksi yang baik sehingga benar-benar punya komitmen untuk berorganisasi.

Penelaahan Alkitab di Pantai
Rangkaian program Penelaahan Alkitab dan Refreshing ke pantai digabungkan dalam satu paket. Landasan pemikiran Penelaahan Alkitab adalah Perlunya pendalaman pemahaman anggota akan akan firman Tuhan. Sedangkan landasan pemikiran untuk refreshing di pantai adalah untuk meningkatkan fungsi komunikasi dan membangun keakraban diantara anggota. PA Pantai tersebut dilaksanakan pada tanggal 23 November 2008 berlokasi di pantai Gudang Garam. Pada saat itu rombongan menuju lokasi menggunakan mobil sewaan.Sampai di lokasi melaksanakan PA di sebuah pemondokan,dan respon anggota untuk berdiskusi cukup baik. Setelah ber-PA dilanjutkan dengan games dan acara bebas.Anggota yang mengikuti kegiatan ini cukup antusias dengan acara-acara yang dilaksanakan, dan suasana kekeluargaan terasa cukup kental.

Pergantian Antar Waktu ( PAW )
PAW terjadi karena pengunduran diri Sdr. Daniel Wahyu, yang menjabat sebagai Biro Aksi dan Pelayanan. Sebelumnya sudah banyak desakan untuk melaksanakan PAW. Akan tetapi pertimbangan moral menjadi hal berat pada saat itu. Penanggung jawab komisariat masih mengharapkan perubahan sikap dan keseriusan menjadi pengurus. Ternyata hal tersebut tidak pernah terjadi. Setelah Sdr. Daniel mengundurkan diri PK melaksanakan Sidang Pleno II pada tanggal 16 Februari 2009, dan Sdr. Johanes Tampubolon diangkat menjadi PK dengan jabatan sebagai Biro Aksi dan Pelayanan dan diharapkan mampu menjalankan tugas-tugas di bidang aksi dan pelayanan yang mandeg.

Latihan Dasar Kepemimpinan
Pendidikan Kader adalah sebuah bagian yang penting di dalam sebuah organisasi termasuk GMKI. Sebab untuk melaksanakan tugas-tugas pelayanannya seorang anggota harus di”kader”. Hal inilah yang seharusnya membuat seorang kader GMKI berbeda dengan yang bukan seorang kader GMKI. Pengurus Pusat GMKI sudah membuat format Pola Dasar Sistem Pendidikan Kader (PDSPK) dan menyampaikannya ke cabang-cabang untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai dengan kearifan lokal masing-masing cabang. Dengan tetap mengacu pada PDSPK tersebut maka komisariat merancang dan melaksanakan sebuah pelatihan yang disebut Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK). Dalam Arah, Strategi, Kebijakan Umum Organisasi (ASKUO) komisariat juga disebutkan bahwa arah bidang pendidikan kader salah satunya adalah pengembangan kemampuan anggota dalam bidang kepemimpinan. Secara spesifik sasaran dari program Latihan Dasar Kepemimpinan adalah menghasilkan kader-kader yang mampu berpikir metodologis, belajar efektif, disiplin dan rajin sehingga dapat menerapkan kehidupan yang melayani
Panitia LDK dilantik pada bulan November Minggu ke II dengan Ketua Sdr. Arito Silaban dan Sekretaris Sdri. Christina Napitupulu. LDK ini berlangsung pada tanggal 28-31 Maret 2009, bertempat di Taman Doa Sola Gratia Pancurbatu. Pesertanya berasal dari GMKI komisariat FKM, GMKI Komisariat Sejajaran, dan simpatisan. Para peserta LDK tersebut yaitu: Devi, Rini, Raisa, Marlina, Pramayana, Horas, Happy, Berta, Junita, Fitri, Mei, Purnawati, Kristiani, Christivani, Lamria, Martohap, Brian dan Krisman
Kegiatan ini berjalan dengan lancar berkat upaya bersama oleh anggota GMKI secara keseluruhan, baik senior, Pengurus Komisariat, Panitia, anggota , dan oleh dukungan simpatisan. Kelompok Rencana Tindak Lanjut, yang merupakan lulusan dari LDK melaksanakan kegiatan bersama sebanyak 3 kali. Yaitu Diskusi Retorika dengan fasilitator Kakanda Sutrisno Pangaribuan, Simulasi Teknik Persidangan dengan fasilitator Kakanda Jasmen Manurung dan Kunjungan Paskah kepada anak Jalanan asuhan YAKMI dengan pembicara Saudari Lisna Saragih.

Pembuatan Buku
GMKI Komisariat FKM USU resmi terbentuk pada tanggal 3 Maret 2001. Pada perayaan Dies Natalis GMKI Komisariat FKM USU yang ke 8 tahun 2009 maka Pengurus Komisariat meluncurkan buku yang berjudul Sewindu GMKI Komisariat FKM USU. Buku ini terealisasi berkat upaya dari tim buku yang dipimpin oleh Kakanda Jasmen Manurung, dengan beranggotakan Leo Erikson Sitepu, Jariston Habeahan, Putry Helga Sipayung, dan Wilda Sihombing. Pada dasarnya buku ini diharapkan membawa manfaat yang baik bagi komisariat, baik sebagai dokumentasi atau catatan sejarah, sekaligus sebagai sarana refleksi.



Rapat Anggota Komisariat  2009
Tugas Rakom sudah dijelaskan dalam beberapa tulisan sebelumnya. Rakom 2009 berlangsung pada tanggal 16-17 Mei 2009 bertempat di Auditorium FKM USU. Sayangnya pada saat malam hari pertama pelaksanaan Rakom, kegiatan terpaksa dipindahkan ke Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) GMKI Cabang Medan Jln. Iskandar Muda 107 A, dikarenakan mendapatkan teguran dari Pembantu Dekan II Bapak Suryadarma dengan alasan pemakaian gedung fakultas di malam hari melanggar peraturan baru yang dikeluarkan pihak Rektorat USU yang tidak memperbolehkan adanya aktivitas di area kampus di atas pukul 21.00 WIB. Hari berikutnya Rakom dilaksanakan kembali di Auditorium, dengan tidak menginap di lokasi tersebut.
Rakom 2009 berjalan cukup lancar. Pada akhirnya anggota dan BPC menyampaikan penilaian dan penyampaian pandangan. Penilaian anggota pada saat itu yang menyatakan baik 6 orang, yang menyatakan cukup 5 orang, yang menyatakan kurang 3 orang dan penilaian BPC adalah baik.
Beberapa anggota menilai kinerja PK kurang karena adanya program akspel yang tidak terlaksana walaupun Inti Kebijakan PK MB 2008-2009 bukan dititikberatkan pada bidang aksi dan pelayanan, melainkan pada bidang pendidikan Kader. Kiranya hal ini menjadi pelajaran bagi periode ke depan bahwa program yang mendapat prioritas primer harus dilaksanakan dan pada dasarnya ketiga bidang yaitu Organisasi dan komunikasi, Pendidikan Kader dan Kerohanian, Aksi dan Pelayanan terkait erat satu sama lain walaupun hanya satu atau dua bidang yang menjadi Inti kebijakan dalam periode tertentu.
 Demikianlah proses rakom berlangsung sampai terpilihnya Penanggung Jawab Komisariat periode 2009-2010.

Penutup
Demikianlah gambaran perjalanan kepengurusan tahun 2008-2009, perjuangan tak pernah selesai untuk mewujudkan syalom Allah: perdamaian, keadilan, cinta kasih, di tengah-tengah manusia dan alam semesta. Kiranya hal yang tertulis di sini mampu menjadi sebuah mata rantai menuju kemajuan organisasi secara umum, secara khusus tentunya kemajuan di komisariat.
Syalomm..!!
GMKI Komisariat FKM USU GMKI Komisariat FKM USU Author

FACEBOOK