Hasil Wawancara Tim Buku
Rabu, Mei 02, 2012
Hasil
wawancara dengan Sdr. Rikson Tampubolon (Mewakili BPC Medan M.B . 2011 – 2013)
X : Pewawancara
Y : Yang diwawancarai
X: Apa peran GMKI Komisariat FKM USU di cabang Medan?
Y: “ Sejauh
penglihatan saya pribadi cukup
memberikan apresiasi. Dari 11 tahun GMKI FKM USU yang bisa dibilang paling
stabil meletakan pondasi organisasi secara benar dilihat dari kebiasaan program
dikomisariat paling aktif melaksanakan doa syafaat dan jam doa yang merupakan
basis program inti GMKI dengan kata lain sumber spirit GMKI tersebut, juga
aktif melakukan diskusi – diskusi kristis terkait dengan Kesehatan masyarakat.
X : Sejauh mana dampak GMKI Komisariat FKM USU untuk cabang
Medan?
Y : GMKI Medan sangat mengharapkan warna yag bisa diberikan, cabang sendiri
mengapresiasi. Dan cabang berharap FKM dapat memberikan pengaruh terhadap
sejajaran untuk memberi pegalaman soal program ataupun organisasi buat Pengurus Komisariat lain.
X : Apa Kelemahan GMKI Komisariat FKM USU?
Y : Teramat sulit
untuk mencari kelemahan terkhusus GMKI FKM USU. Ada, Cuma tidak terlalu
kentara atau kontras di GMKI FKM. Hasil pegamatan : perlu ada keseimbagan
antara dimensi kerohanian dan dimensi kaderisasi. Fkm lebih condong mengurusi
kerohanian dibanding kekritisan kader. Kekritisan dapat dihubugan degan program
kader. 1 hal lagi mungkin tidak menjadi persoalan yang mengemuka yaitu ada
sedikit nuansa “eksklusif”, dalam artian tidak
begitu terbuka dengan komisariat lain. FKM dapat menjadi motor yang proaktif
yang membangun tidak hanya dikomisariat tapi juga untuk menjadi penggerak
komisariat lain di cabang Medan.
X : Apa Kelebihan GMKI Komisariat FKM USU?
Y : Komisariat
paling stabil, FKM sudah melakukan pendekatan melalui implentasi program.
Berbicara progress, FKM mengalami peningkatannya tidak terlalu drastis namun bertahap.
Dapat dilihat dari program kerja, tapi dari sisi kualitas kader sangat sulit
untuk menilainya.
X : Apa Harapan buat GMKI
Komisariat Fkm USU?
Y : Berharap besar FKM
bisa menjadi motor atau pelopor buat komisariat lain untuk mengenalkan
terobosan – terobosan dan komisariat terdepan yang menanamkan sikap kepedulian
terhadap cabang dan medan pelayanan. Jarang ada komisariat yang bisa menjadi
motor untuk menggagas
untuk melakukan program bersama tanpa ada intervensi cabang, inikan bisa
dianggap sebagai perhatian komisariat terhadap GMKI Medan yang bisa memberi warna terhadap
medan pelayanan.
Hasil
wawancara dengan Bapak Taufik Ashar (Mewakili dosen FKM USU)
X : Peran GMKI FKM USU Di Kampus ?
Y : Memang
diperlukan organisasi kemahasiswaan yang berlatar agama,dengan ada latar agama
yang sama komitmen anggota satu dengan yang lain sangat kuat, tapi terkadang
menjadikan “eksklusifisme”, justru dengan
adanya ini bisa diadakan kerjasama degan organisasi lain sehingga akhirnya
terbentuk suatu sinergi dengan keragaman dengan berbagai macam yang ada di FKM sehingga dapat
hasil yang luar biasa. Jika dilihat dari beberapa kegiatan di GMKI mendukung
artinya bersifat positif, yang ada satu wadah yang nantinya dapat memotivasi
atau meningkatkan gairah terutama mahasiswa yang baru masuk di FKM dengan seniornya dan
tidak salah arah dalam hal agama, pendidikan dan akademis dan menjadi satu wadah dimana
sesama mahasiswa bisa berkerja sama. Tetapi jangan ada “eksklusisme” dan perpecahan
antar agama.
X : Sejauh ini apa kelemahan GMKI FKM USU ?
Y : Bukan hanya GMKI,
belum ada kerjasama yang baik antar beberapa organisasi di Fakultas. Ini bisa
saja GMKI dan HMI membuat kegiatan dalam hal kesehatan yang membantu
masyarakat.
X : Kelebihan GMKI FKM USU ?
Y : Banyak dilakukan
kegiatan yang mengundang dosen – dosen sebagai pembicara yang pada hakikatnya
menjadi wahana atau media informasi buat mahasiswa lain.
X : Harapan buat GMKI FKM USU ?
Y : Kalau harapan,
semakin ditingkatkan
kegiatan yang menyebar informasi bukan hanya terkhusus mahasiswa Kristen bisa
juga ditarik untuk mahasiswa umum. Satu lagi bisa bersinergi dengan organisasi
lain di FKM dan bukan hanya di FKM
USU tapi melebarkan
kiprahnya di lokal
dan regional di Sumatera
Utara. Jangan hanya akademisi tapi non - akademisi
diundang ataupun tokoh – tokoh nasional karena kan GMKI organisasi
besar yang ada di luar Sumut, diundang sharing pengalaman dan
ilmu dan diciptakan suatu kegiatan yang positif.
Hasil
wawancara dengan Bapak Albiner Siagian (Mewakili Fasilitator LDK)
X : Peran
GMKI FKM USU di kampus ?
Y : Susah saya
menjawab sejujurnya kalau dikatakan berdampak, saya kurang mengikuti
perkembangan mahasiswa FKM yang
GMKI dan bukan. Yang saya tau bahwa ada
mahasiswa FKM yang menjadi anggota
GMKI bahkan Komisariat FKM, bahkan saya tidak tahu siapa Pengurusnya sekarang dan siapa –
siapa anggotnya yang saya tahu ada
melakukan kegiatan misalnya LDK, tetapi
saya tidak tau ada kegiatan lain yang berkaitan dengan kegiatan kampus FKM ini
kalau LDK kan sifatnya lebih kepada anggotanya tetapi untuk pengembangan ilmiah di FKM
saya kurang tahu.
Karena itu saya kurang tahu
apa dampaknya terhadap FKM, tetapi mudah - mudahan
ada perubahan dari penilain saya sebelumnya.
Penilaian saya terhadap GMKI selalu tidak baik dan saya sudah pernah
mengatakannya,tapi tidak ada
perubahan. Saya berbicara
secara keseluruhan, kalau menurut saya organisasi GMKI kurang memberi manfaat terhadap
mahasiswa yang
statusnya sebagai
mahasiswa yang kebetulan menjadi anggota GMKI. Maunya ketika kita
ikut organisasi yang membawakan agama mestinya ada yang berbeda diantara kita
daripada orang yang
tidak ikut yang tentunya yang berbeda yang lebih baiklah. Saya tidak tahu kalian “eksklusif” atau tidak, tapi
saya lihat
dari cara bergaul
kalian cenderung dengan
sesama anggota itu yang saya amati, tidak tahu apakah itu dampak dari pihak – pihak lain yang
juga terkesan seperti menjaga
jarak dengan kalian.
Menurut saya ada
perbaikan dalam beberapa hal, kalau dulu anggota GMKI terkenal bandel, tukang
demon, sering tidak kuliah dan akhirnya
banyak yang tamatnya
lama walaupun saya lihat
perbaikan tapi itulah kesan yang lama dulu. Saya juga melihat kalian
orang yang mengelompok. Tapi terus terang saya tidak bisa melihat apa dampaknya pada FKM,
Ukurannya
pun sulit saya tidak tahu bagaimana prestasi – prestasi yang menjadi anggota
GMKI. Saya setuju orang berorganisasi itu baik, itukan cerminan kita juga
sebagai orang kristen. Kalau dulu saya pernah marah ketika PKM ditempati,
malu saya melihatnya tempatnya tidak
dibersihkan banyak terlihat sampah dan alang – alang tetapi
setiap hari orang – orang disitu berkumpul tidak tahu mau apa yang dilakukan,
sudah diberikan untuk ditempati maunya dirawatlah, itu dilihat orang lain, tapi
mudah – mudahan sekarang tidak ada. Itu penilaian objektif saya terhadap GMKI.
X : Kelemahan dan kelebihan GMKI FKM USU ?
Y : Saya tidak
banyak terlibat dan hanya terlibat di LDK. Saya juga mengakui ada perbaikan di GMKI,
lebih suka saya melihat GMKI sekarang dari yang dulu. Manfaatnya pasti ada buat
anggota seperti latihan kepimpinan yang diberikan dan manfaat organisasi.
Mungkin terlihat seperti mimpi tapi saya berharap ketika mendengar kata “GMKI”
ada kesan baik bukan yang lain. Saya tidak tau apakah kalian “eksklusif” tetapi saya juga
mendengar ada persaingan, tetapi
saya juga senang kalian selalu berperan dalam kegiatan Natal
dan Paskah.
Saya berharap GMKI
bisa menjadi mahasiswa yang cepat tamat, patuh, disiplin dan tegas.
Saya berharap kalian
membuat Forum
untuk membuat GMKI
kedepan lebih baik, semacam evaluasi tapi dari luar. GMKI perlu, saya ingin GMKI berbeda karena GMKI orang Kristen.
X : Harapan buat GMKI FKM USU ?
Y : Ketika menyebut
nama GMKI FKM, misi kekristenan melekat disini. Orang lain bisa tau kita orang
Kristen dan menjadi berkat buat sesama (ada kesan positif) seperti
konsisten, belajar yang serius, disiplin, rapi (biasanya anak GMKI kurang rapi) dan
bukan sebaliknya.
Hasil
wawancara dengan Ketua FIB “Arenda Meliala” (Mewakili Sejajaran GMKI Cabang Medan)
X: Apa peranan atau dampak GMKI Komisariat FKM USU
terhadap Cabang Medan ?
Y : Kalau bisa
dirangking, GMKI FKM USU dapat 5 besar karena bagi FIB banyak belajar dari FKM
misalya dari LDK. Banyak anggota kami
yang ikut LDK FKM. FKM sangat berperan dan FKM sangat berpengaruh bagi FIB
namun tidak menciplak. Buat cabang, banyak kader yang militan terutama yang cewek
namun juga terdapat kekurangan dari pemikiran kaderisasi. Tidak terbayangkan
cabang Medan
tanpa GMKI FKM USU. Komisariat di usia yang semuda ini sudah bisa melakukan hal
yang sebanyak ini.
X : Kelemahan GMKI Komisariat FKM USU?
Y :Setiap komisariat
pasti memliki kekurangan, seharusnya FKM dapat berpengaruh dikehidupan kampus. FKM
dan Kedokteran
sangat dekat jaraknya dikampus. Tapi entah
kenapa sampai sekarang komisariat GMKI kedokteran belum bisa dihidupkan kembali
seharusnya FKM jadi tulang punggung dan mengajak
anak kedokteran untuk menjadi
anggota. Kalau dari segi ilmu kan agak mirip, FKM seharusnya bisa memberi doktrinasi.
Kekurangan lain dapat dilihat Kader laki – laki banyak yang susah diajak
berkorban.
X : Kelebihan GMKI Komisariat FKM USU?
Y : Memiliki program
yang kreatif misalnya Bedah Konstitusi. Kalau yang lain masih Pemahaman, FKM sudah Bedah
Konstitusi walaupun saya juga tidak tahu
apa itu hanya redaksi kata saja. Aksi dana yang dilakukan oleh komisariat FKM.
Senior juga tidak meninggalkan GMKI FKM dan masih mau melibatkan diri langsung
untuk melayani. Meski usia masih 11 tahun namun FKM menjadi indikator buat FIB juga
sejajaran lain.
X : Harapan buat GMKI Komisariat FKM USU?
Y : Berharap FKM
lebih baik di usia ke 11 ini sudah bisa beranjak dewasa dan penuh tantangan. FKM
bisa membuat program donor darah atau
aksi kesehatan masyarakat lainnya. Selain itu, FKM jangan terlalu “eksklusif” buat komisariat
sejajaran. Terlalu serius anggota FKM dan jarang membaur dengan sejajaran. Dilihat juga dari ketua dan sekretaris yang
kurang berbaur dan masih takut memberi pendapat dan agak malu terlihat dari
sewaktu Konfercab
dan pertemuan PK sejajaran dicabang.
Hasil
wawancara dengan Fandi (Mewakili
HMI Komisariat FKM USU)
X : Apa Dampak
GMKI FKM USU
dikampus?
Y : GMKI organisasi
yang keagamaan yang dari seri pergerakannya masih berdampak hanya buat orang
Kristen belum sampai ke muslim.
X : Kelemahan GMKI FKM USU ?
Y : Masih ada kurang
interaksi dengan organisasi lain dan masih kurang kegiatan GMKI dikampus. Buat kegiatan
buat mahasiswa secara umum.
X :Kelebihan GMKI FKM USU ?
Y : Saya kurang tau
karena kurang tahu
kegiatannya.
X : Harapan buat GMKI FKM USU ?
Y :Bisa bekerjasama
dengan organisasi lain khususnya HMI dalam membuat kegiatan yang membawa nama
GMKI dan HMI.
Hasil
wawancara dengan Sdr. Evi Sinaga (Mewakili POMK FKM USU)
X : Dampak dan Kinerja GMKI FKM USU dikampus ?
Y : Kalau menurut
saya, dampak dan kinerja 2 hal yang berbeda. Dari kinerja sudah banyak dapat
dilihat misalnya LDK.
Namun dampak yang nyata untuk saat ini mungkin bisa dikatakan lebih kepada
alumni misalnya Suparlan Sinulingga
bisa menjadi teladan bagi mahasiswa FKM
tapi dampak dikampus belum bisa memberi dampak yang signifikan.
X: Kelemahan dan Kelebihan GMKI FKM USU ?
Y :Menurut saya,
kekuatan GMKI setiap pengurus dilengkapi dengan latihan – latihan kepimpinan
namun kelemahannya, dilihat dan pernah diskusi dengan Fakultas lain. GMKI kehilangan visi, dan salah satu
pembicara di chapel, pembicara ini mengatakan GMKI memiliki visi yang sangat
bagus dan sejalan dengan visi KMK. Tetapi yang dinyatakan sekarang, yang salah
bukan GMKI nya tetapi orang – orang yang didalam.
X: Harapan buat GMKI FKM USU ?
Y : Harapannya yang
salah bukan GMKI tetapi orang – orang didalamnya dalam memperjuangkan visi.
Memang bagus diperlengkapi dalam hal kepimpinan namun yang menjadi tantangan kita adalah dunia
dan jaman ini. Bahkan orang yang memiliki kepimpinan yang bagus namun tanpa
spiritual yang baik pasti akan terhanyut juga dengan dunia ini. Harapanku untuk
GMKI semakin meghidupi visi, memperlengkapi hal spiritual dan mampu mejadi
garam dan terang didunia kampus. Dalam hal kecil bisa menjadi teladan dalam hal
sikap, tingkah laku dan perkataan.
Hasil
wawancara dengan Kakanda Fitriyah Bunga Sinaga (mewakili Senior GMKI Komisariat FKM USU)
X : Menurut saudara GMKI itu, Organisasi
Kristen seperti apa ?
Y : GMKI itu organisasi
kekristenan yang merupakan wadah kita belajar banyak hal, pengembangan diri,
karakter orang.
X : Dampak GMKI Komisariat FKM USU dalam alumni ?
Y : Melihat saksi
hidup atau senior yang secara pemikiran, IP,
dan karakter
itu baik. Dan harapannya kita pun bisa seperti itu jadi kita masuk ke GMKI.
Jika kita serius berorganisasi, banyak hal yang didapat misalnya segi
perkataan, pemikiran dan dunia kerja.
X : Kelemahan GMKI Komisariat FKM USU ?
Y : Banyak hal sih.
Dari komunikasi dalam beberapa bulan belakangan ini, sekretaris lebih banyak
menghubungi senior dari pada
Orkom.
Saya sih berharap komunikasi tidak sebatas sms tapi juga dengan telpon. Dan
tidak hanya sebatas menanyakan kabar tapi berdiskusi dan jangan membatasi diri
karena waktu dan tempat tapi bagaimana PK berusaha mengenalkan diri ke senior
dan senior pun sebaliknya, dan
ketika datang pun, senior tidak asing. GMKI
juga kurang terasa diluar entah
program yang itu – itu saja atau kurang bertanya dengan organisasi lain entah HMI, Lukas. Apa yang
bisa kita buat dengan mereka dan ketika mereka punya program kita bisa ikut.
Tidak hanya ke gereja atau pengabdian masyarakat atau program yang sekedar
rutinitas saja. Sedikit sekali kita ikut penyuluhan, ini semua karena
kapasitas (pengkaderan)
yang tidak siap dengan dunia alumni. Buatlah program yang bisa membuat kita
siap dengan dunia alumni seperti bidang ilmu yang kita geluti misalnya
berdiskusi dan berdebat.
X : Kelebihan GMKI Komisariat FKM USU ?
Y : Yang terlintas adalah
kekeluargaan. Sangat berbeda sekali atmosfir ketika masuk GMKI, ada perbedaaan
tetapi ada kekeluargaan yang sangat enak. Selain itu juga, GMKI itu punya orang yang kompeten dibidangnya dan jadi
teladan buat kita. Kita patut berbangga dengan
“eksklusif” dalam artian bagus
kekitanya saling mengkritik tapi tidak terjadi perselisihan. Tidak semua
komisariat seperti
itu.
X : Harapan buat GMKI Komisariat FKM USU ?
Y : Aku bermimpi dan
mungkin terlambat bermimpi. Di usia ke 11 ini, kita punya nama besar “ada kelihatan giginya” bukan
hanya besar cakap saja tetapi ada tindakan nyata, pemikiran dan tiap lagkahnya
dapat mencerminkan GMKI seperti apa dan lebih diperketat lagi penyeleksian
anggota yang masuk GMKI. GMKI juga tetap menjaga kekeluargaan dan tidak terjadi
gep antara senior dan junior. Banyak hal yang bisa kita ubah tetapi yang
terpenting adalah komunikasi. Yang terakhir “selamat ulang tahunlah buat GMKI
yang ke 11”.
Hasil
wawancara dengan saudara Happy Pangaribuan (mewakili Anggota GMKI Komisariat FKM USU)
X : Dampak GMKI FKM USU dikampus ?
Y :
Kalau untuk saat ini,
aku sendiri sebenarnya GMKI belum berdampak kali kekampus, cuman dari
pengalaman selama 2 tahun sudah menjadi PK
ada juga yang didapat
sudah misalnya
bisa mengenali orang, menentukan prioritas, mengkoordinir terus pemikiran tidak
sempit lagi sudah begitu luas sebagai mahasiswa, soalnya dari GMKI kita tahu apa
yang terjadi diluar soalnya dikampus kita tidak dapat misalnya kegiatan kita
yang kemasyarakat kita apa yang terjadi dimasyarakat kita diajarakan
menganalisis apa masalah yang ada di dimasyarakat lalu kita selesaikan dan
dari situ juga waktu PBL kemaren akan jadi lebih mudah karena sudah tahu dan pernah
melakukannya waktu kunjungan desa sejauh itu masih itu.
X : Kelemahan GMKI Komisariat FKM USU ?
Y :Komitmen anggota
masih belum komit sebenarnya melayani, padahal sebenarnya kalau serius kita
bisa mengeluarkan kader–kader karena wadahnya tersedia dari LDK yang kita buat
dan diskusi–diskusi.
X : Kelebihan GMKI Komisariat FKM USU ?
Y : Rasa
persaudaraan yang tinggi,
terus adanya senior – senior kita yang masih bisa menopang, bukan hanya tentang
organisasi saja tetapi dalam hal perkuliahan juga mereka mau membantu dan kalau
dilihat dari senior-senior kita yang baru selesai kuliah mereka juga mau
membantu mempermudah mencari lapangan pekerjaan.
X :Harapan buat GMKI Komisariat FKM USU ?
Y :Yang pertama
tetaplah dibangun komunikasi kita antar anggota, antar anggota dan pengurus
komisariat sama senior, kedua kita sebagai anggota GMKI layaklah
benar – benar berperan sebagai anggota GMKI dan Pengurus Komisariat berperan
layaknya Pengurus Komisariat dan senior juga berperan layaknya senior. Kita
bisa jadi teladanlah dikampus ini,
kita kurangilah stigma “negative” yang diberikan
mahasiswa lain, selain itu juga diperkuliahan kita juga serius jangan hanya
organisasi. Soalnya GMKI kan gerakan mahasiswa, jadi itu juga masih tanggung jawab kita
sebenarnya dikampus ini supaya lahir
kader – kader yang bermanfaat dan berintegritas.