Our Diary.
to Share our Life Events

Hasil Wawancara Tim Buku


Hasil wawancara dengan Sdr. Rikson Tampubolon (Mewakili BPC Medan M.B . 2011 – 2013)
X : Pewawancara
Y : Yang diwawancarai

X: Apa peran GMKI Komisariat FKM USU di cabang Medan?
Y: “ Sejauh penglihatan saya  pribadi cukup memberikan apresiasi. Dari 11 tahun GMKI FKM USU yang bisa dibilang paling stabil meletakan pondasi organisasi secara benar dilihat dari kebiasaan program dikomisariat paling aktif melaksanakan doa syafaat dan jam doa yang merupakan basis program inti GMKI dengan kata lain sumber spirit GMKI tersebut, juga aktif melakukan diskusi – diskusi kristis terkait dengan Kesehatan masyarakat.
X : Sejauh mana dampak GMKI Komisariat FKM USU untuk cabang Medan?
Y : GMKI Medan sangat mengharapkan  warna yag bisa diberikan, cabang sendiri mengapresiasi. Dan cabang berharap FKM dapat memberikan pengaruh terhadap sejajaran untuk memberi pegalaman soal program ataupun organisasi buat Pengurus Komisariat lain.
X : Apa Kelemahan GMKI Komisariat FKM USU?
Y : Teramat sulit untuk mencari kelemahan terkhusus GMKI FKM USU. Ada, Cuma tidak terlalu kentara atau kontras di GMKI FKM. Hasil pegamatan : perlu ada keseimbagan antara dimensi kerohanian dan dimensi kaderisasi. Fkm lebih condong mengurusi kerohanian dibanding kekritisan kader. Kekritisan dapat dihubugan degan program kader. 1 hal lagi mungkin tidak menjadi persoalan yang mengemuka yaitu ada sedikit nuansa eksklusif, dalam artian tidak begitu terbuka dengan komisariat lain. FKM dapat menjadi motor yang proaktif yang membangun tidak hanya dikomisariat tapi juga untuk menjadi penggerak komisariat lain di cabang Medan.
X : Apa Kelebihan GMKI Komisariat FKM USU?
Y : Komisariat paling stabil, FKM sudah melakukan pendekatan melalui implentasi program. Berbicara progress, FKM mengalami peningkatannya tidak terlalu drastis namun bertahap. Dapat dilihat dari program kerja, tapi dari sisi kualitas kader sangat sulit untuk menilainya.
X : Apa Harapan buat GMKI Komisariat Fkm USU?
Y : Berharap besar FKM bisa menjadi motor atau pelopor buat komisariat lain untuk mengenalkan terobosan – terobosan dan komisariat terdepan yang menanamkan sikap kepedulian terhadap cabang dan medan pelayanan. Jarang ada komisariat yang bisa menjadi motor untuk menggagas untuk melakukan program bersama tanpa ada intervensi cabang, inikan bisa dianggap sebagai perhatian komisariat terhadap GMKI Medan yang bisa memberi warna terhadap medan pelayanan.

Hasil wawancara dengan Bapak Taufik Ashar (Mewakili dosen FKM USU)
X : Peran GMKI FKM USU Di Kampus ?
Y : Memang diperlukan organisasi kemahasiswaan yang berlatar agama,dengan ada latar agama yang sama komitmen anggota satu dengan yang lain sangat kuat, tapi terkadang menjadikan eksklusifisme, justru dengan adanya ini bisa diadakan kerjasama degan organisasi lain sehingga akhirnya terbentuk suatu sinergi dengan keragaman dengan berbagai macam yang ada di FKM sehingga dapat hasil yang luar biasa. Jika dilihat dari beberapa kegiatan di GMKI mendukung artinya bersifat positif, yang ada satu wadah yang nantinya dapat memotivasi atau meningkatkan gairah terutama mahasiswa yang baru masuk di FKM dengan seniornya dan tidak salah arah dalam hal agama, pendidikan dan akademis dan menjadi satu wadah dimana sesama mahasiswa bisa berkerja sama. Tetapi jangan ada eksklusisme dan perpecahan antar agama.
X : Sejauh ini apa kelemahan GMKI FKM USU ?
Y : Bukan hanya GMKI, belum ada kerjasama yang baik antar beberapa organisasi di Fakultas. Ini bisa saja GMKI dan HMI membuat kegiatan dalam hal kesehatan yang membantu masyarakat.
X : Kelebihan GMKI FKM USU ?
Y : Banyak dilakukan kegiatan yang mengundang dosen – dosen sebagai pembicara yang pada hakikatnya menjadi wahana atau media informasi buat mahasiswa lain.
X : Harapan buat GMKI FKM USU ?
Y : Kalau harapan, semakin ditingkatkan kegiatan yang menyebar informasi bukan hanya terkhusus mahasiswa Kristen bisa juga ditarik untuk mahasiswa umum. Satu lagi bisa bersinergi dengan organisasi lain di FKM dan bukan hanya di FKM USU tapi melebarkan kiprahnya di lokal dan regional di Sumatera Utara. Jangan hanya akademisi tapi non - akademisi diundang ataupun tokoh – tokoh nasional karena kan GMKI organisasi besar yang ada di luar Sumut, diundang sharing pengalaman dan ilmu dan diciptakan suatu kegiatan yang positif.

Hasil wawancara dengan Bapak Albiner Siagian (Mewakili Fasilitator LDK)
X : Peran GMKI FKM USU di kampus ?
Y : Susah saya menjawab sejujurnya kalau dikatakan berdampak, saya kurang mengikuti perkembangan mahasiswa FKM yang GMKI dan bukan. Yang saya tau bahwa ada mahasiswa FKM yang menjadi anggota GMKI bahkan Komisariat FKM, bahkan saya tidak tahu siapa Pengurusnya sekarang dan siapa – siapa anggotnya yang saya tahu ada melakukan kegiatan misalnya LDK, tetapi  saya tidak tau ada kegiatan lain yang berkaitan dengan kegiatan kampus FKM ini kalau LDK kan sifatnya lebih kepada anggotanya tetapi untuk pengembangan ilmiah di FKM saya kurang tahu. Karena itu saya kurang tahu apa dampaknya terhadap FKM, tetapi mudah - mudahan ada perubahan dari penilain saya sebelumnya. Penilaian saya terhadap GMKI selalu tidak baik dan saya sudah pernah mengatakannya,tapi tidak ada perubahan. Saya berbicara secara keseluruhan, kalau menurut saya organisasi GMKI kurang memberi manfaat terhadap mahasiswa yang statusnya sebagai mahasiswa yang kebetulan menjadi anggota GMKI. Maunya ketika kita ikut organisasi yang membawakan agama mestinya ada yang berbeda diantara kita daripada orang yang tidak ikut yang tentunya yang berbeda yang lebih baiklah. Saya tidak tahu kalian eksklusif atau tidak, tapi saya lihat dari cara bergaul kalian cenderung dengan sesama anggota itu yang saya amati, tidak tahu apakah itu dampak dari pihak – pihak lain yang juga terkesan seperti menjaga jarak dengan kalian.
Menurut saya ada perbaikan dalam beberapa hal, kalau dulu anggota GMKI terkenal bandel, tukang demon, sering tidak kuliah dan akhirnya banyak yang tamatnya lama walaupun saya lihat perbaikan tapi itulah kesan yang lama dulu. Saya juga melihat kalian orang yang mengelompok. Tapi terus terang saya tidak bisa melihat apa dampaknya pada FKM, Ukurannya pun sulit saya tidak tahu bagaimana prestasi – prestasi yang menjadi anggota GMKI. Saya setuju orang berorganisasi itu baik, itukan cerminan kita juga sebagai orang kristen. Kalau dulu saya pernah marah ketika PKM ditempati, malu saya melihatnya tempatnya tidak dibersihkan banyak terlihat sampah dan alang – alang tetapi setiap hari orang – orang disitu berkumpul tidak tahu mau apa yang dilakukan, sudah diberikan untuk ditempati maunya dirawatlah, itu dilihat orang lain, tapi mudah – mudahan sekarang tidak ada. Itu penilaian objektif saya terhadap GMKI.
X : Kelemahan dan kelebihan GMKI FKM USU ?
Y : Saya tidak banyak terlibat dan hanya terlibat di LDK. Saya juga mengakui ada perbaikan di GMKI, lebih suka saya melihat GMKI sekarang dari yang dulu. Manfaatnya pasti ada buat anggota seperti latihan kepimpinan yang diberikan dan manfaat organisasi. Mungkin terlihat seperti mimpi tapi saya berharap ketika mendengar kata “GMKI” ada kesan baik bukan yang lain. Saya tidak tau apakah kalian eksklusif tetapi saya juga mendengar ada persaingan, tetapi saya juga senang kalian selalu berperan dalam kegiatan  Natal dan Paskah. Saya berharap GMKI bisa menjadi mahasiswa yang cepat tamat, patuh, disiplin dan tegas.
Saya berharap kalian membuat Forum untuk membuat GMKI kedepan lebih baik, semacam evaluasi tapi dari luar. GMKI perlu, saya ingin GMKI berbeda karena GMKI orang Kristen.
X : Harapan buat GMKI FKM USU ?
Y : Ketika menyebut nama GMKI FKM, misi kekristenan melekat disini. Orang lain bisa tau kita orang Kristen dan menjadi berkat buat sesama (ada kesan positif) seperti konsisten, belajar yang serius, disiplin, rapi (biasanya anak GMKI kurang rapi) dan bukan sebaliknya.

Hasil wawancara dengan Ketua FIB “Arenda Meliala” (Mewakili Sejajaran GMKI Cabang Medan)
X: Apa peranan atau dampak GMKI Komisariat FKM USU terhadap Cabang Medan ?
Y : Kalau bisa dirangking, GMKI FKM USU dapat 5 besar karena bagi FIB banyak belajar dari FKM misalya dari LDK. Banyak anggota kami yang ikut LDK FKM. FKM sangat berperan dan FKM sangat berpengaruh bagi FIB namun tidak menciplak. Buat cabang, banyak kader yang militan terutama yang cewek namun juga terdapat kekurangan dari pemikiran kaderisasi. Tidak terbayangkan cabang Medan tanpa GMKI FKM USU. Komisariat di usia yang semuda ini sudah bisa melakukan hal yang sebanyak ini.
X : Kelemahan GMKI Komisariat FKM USU?
Y :Setiap komisariat pasti memliki kekurangan, seharusnya FKM dapat berpengaruh dikehidupan kampus. FKM dan Kedokteran sangat dekat jaraknya dikampus. Tapi entah kenapa sampai sekarang komisariat GMKI kedokteran belum bisa dihidupkan kembali seharusnya FKM jadi tulang punggung dan mengajak anak kedokteran untuk menjadi anggota. Kalau dari segi ilmu kan agak mirip, FKM seharusnya bisa memberi doktrinasi. Kekurangan lain dapat dilihat Kader laki – laki banyak yang susah diajak berkorban.
X : Kelebihan GMKI Komisariat FKM USU?
Y : Memiliki program yang kreatif misalnya Bedah Konstitusi. Kalau yang lain masih Pemahaman, FKM sudah Bedah Konstitusi walaupun saya juga tidak tahu apa itu hanya redaksi kata saja. Aksi dana yang dilakukan oleh komisariat FKM. Senior juga tidak meninggalkan GMKI FKM dan masih mau melibatkan diri langsung untuk melayani. Meski usia masih 11 tahun namun FKM menjadi indikator buat FIB juga sejajaran lain.
X : Harapan buat GMKI Komisariat FKM USU?
Y : Berharap FKM lebih baik di usia ke 11 ini sudah bisa beranjak dewasa dan penuh tantangan. FKM bisa membuat program donor darah  atau aksi kesehatan masyarakat lainnya. Selain itu, FKM jangan terlalu eksklusif buat komisariat sejajaran. Terlalu serius anggota FKM dan jarang membaur dengan sejajaran.  Dilihat juga dari ketua dan sekretaris yang kurang berbaur dan masih takut memberi pendapat dan agak malu terlihat dari sewaktu Konfercab dan pertemuan PK sejajaran dicabang.

Hasil wawancara dengan Fandi (Mewakili HMI Komisariat FKM USU)
X :  Apa Dampak GMKI FKM USU dikampus?
Y : GMKI organisasi yang keagamaan yang dari seri pergerakannya masih berdampak hanya buat orang Kristen belum sampai ke muslim.
X : Kelemahan GMKI FKM USU ?
Y : Masih ada kurang interaksi dengan organisasi lain dan masih kurang kegiatan GMKI dikampus. Buat kegiatan buat mahasiswa secara umum.
X :Kelebihan GMKI FKM USU ?
Y : Saya kurang tau karena kurang tahu kegiatannya.
X : Harapan buat GMKI FKM USU ?
Y :Bisa bekerjasama dengan organisasi lain khususnya HMI dalam membuat kegiatan yang membawa nama GMKI dan HMI.
 
Hasil wawancara dengan Sdr. Evi Sinaga (Mewakili POMK FKM USU)
X : Dampak dan Kinerja GMKI FKM USU dikampus ?
Y : Kalau menurut saya, dampak dan kinerja 2 hal yang berbeda. Dari kinerja sudah banyak dapat dilihat misalnya LDK. Namun dampak yang nyata untuk saat ini mungkin bisa dikatakan lebih kepada alumni misalnya Suparlan Sinulingga bisa menjadi teladan bagi mahasiswa FKM tapi dampak dikampus belum bisa memberi dampak yang signifikan.
X: Kelemahan dan Kelebihan GMKI FKM USU ?
Y :Menurut saya, kekuatan GMKI setiap pengurus dilengkapi dengan latihan – latihan kepimpinan namun kelemahannya, dilihat dan pernah diskusi dengan Fakultas lain. GMKI kehilangan visi, dan salah satu pembicara di chapel, pembicara ini mengatakan GMKI memiliki visi yang sangat bagus dan sejalan dengan visi KMK. Tetapi yang dinyatakan sekarang, yang salah bukan GMKI nya tetapi orang – orang yang didalam.
X: Harapan buat GMKI FKM USU ?
Y : Harapannya yang salah bukan GMKI tetapi orang – orang didalamnya dalam memperjuangkan visi. Memang bagus diperlengkapi dalam hal kepimpinan namun yang menjadi tantangan kita adalah dunia dan jaman ini. Bahkan orang yang memiliki kepimpinan yang bagus namun tanpa spiritual yang baik pasti akan terhanyut juga dengan dunia ini. Harapanku untuk GMKI semakin meghidupi visi, memperlengkapi hal spiritual dan mampu mejadi garam dan terang didunia kampus. Dalam hal kecil bisa menjadi teladan dalam hal sikap, tingkah laku dan perkataan.

Hasil wawancara dengan Kakanda Fitriyah Bunga Sinaga (mewakili Senior GMKI Komisariat FKM USU)
X : Menurut saudara GMKI itu, Organisasi Kristen seperti apa ?
Y : GMKI itu organisasi kekristenan yang merupakan wadah kita belajar banyak hal, pengembangan diri, karakter orang.
X : Dampak GMKI Komisariat FKM USU dalam alumni ?
Y : Melihat saksi hidup atau senior yang secara pemikiran, IP, dan karakter itu baik. Dan harapannya kita pun bisa seperti itu jadi kita masuk ke GMKI. Jika kita serius berorganisasi, banyak hal yang didapat misalnya segi perkataan, pemikiran dan dunia kerja.
X : Kelemahan GMKI Komisariat FKM USU ?
Y : Banyak hal sih. Dari komunikasi dalam beberapa bulan belakangan ini, sekretaris lebih banyak menghubungi senior dari pada Orkom. Saya sih berharap komunikasi tidak sebatas sms tapi juga dengan telpon. Dan tidak hanya sebatas menanyakan kabar tapi berdiskusi dan jangan membatasi diri karena waktu dan tempat tapi bagaimana PK berusaha mengenalkan diri ke senior dan senior pun sebaliknya, dan ketika datang pun, senior tidak asing. GMKI juga kurang terasa diluar entah program yang itu – itu saja atau kurang bertanya dengan organisasi lain entah HMI, Lukas. Apa yang bisa kita buat dengan mereka dan ketika mereka punya program kita bisa ikut. Tidak hanya ke gereja atau pengabdian masyarakat atau program yang sekedar rutinitas saja. Sedikit sekali kita ikut penyuluhan, ini semua karena kapasitas (pengkaderan) yang tidak siap dengan dunia alumni. Buatlah program yang bisa membuat kita siap dengan dunia alumni seperti bidang ilmu yang kita geluti misalnya berdiskusi dan berdebat.
X : Kelebihan GMKI Komisariat FKM USU ?
Y : Yang terlintas adalah kekeluargaan. Sangat berbeda sekali atmosfir ketika masuk GMKI, ada perbedaaan tetapi ada kekeluargaan yang sangat enak. Selain itu juga, GMKI itu punya orang yang kompeten dibidangnya dan jadi teladan buat kita. Kita patut berbangga dengan eksklusif dalam artian bagus kekitanya saling mengkritik tapi tidak terjadi perselisihan. Tidak semua komisariat seperti itu.
X : Harapan buat GMKI Komisariat FKM USU ?
Y : Aku bermimpi dan mungkin terlambat bermimpi. Di usia ke 11 ini, kita punya nama besar “ada kelihatan giginya” bukan hanya besar cakap saja tetapi ada tindakan nyata, pemikiran dan tiap lagkahnya dapat mencerminkan GMKI seperti apa dan lebih diperketat lagi penyeleksian anggota yang masuk GMKI. GMKI juga tetap menjaga kekeluargaan dan tidak terjadi gep antara senior dan junior. Banyak hal yang bisa kita ubah tetapi yang terpenting adalah komunikasi. Yang terakhir “selamat ulang tahunlah buat GMKI yang ke 11”.

Hasil wawancara dengan saudara Happy Pangaribuan (mewakili Anggota GMKI Komisariat FKM USU)
X : Dampak GMKI FKM USU dikampus ?
Y : Kalau untuk saat ini, aku sendiri sebenarnya GMKI belum berdampak kali kekampus, cuman dari pengalaman selama 2 tahun sudah menjadi PK ada juga yang didapat sudah misalnya bisa mengenali orang, menentukan prioritas, mengkoordinir terus pemikiran tidak sempit lagi sudah begitu luas sebagai mahasiswa, soalnya dari GMKI kita tahu apa yang terjadi diluar soalnya dikampus kita tidak dapat misalnya kegiatan kita yang kemasyarakat kita apa yang terjadi dimasyarakat kita diajarakan menganalisis apa masalah yang ada di dimasyarakat lalu kita selesaikan dan dari situ juga waktu PBL kemaren akan jadi lebih mudah karena sudah tahu dan pernah melakukannya waktu kunjungan desa sejauh itu masih itu.
X : Kelemahan GMKI Komisariat FKM USU ?
Y :Komitmen anggota masih belum komit sebenarnya melayani, padahal sebenarnya kalau serius kita bisa mengeluarkan kader–kader karena wadahnya tersedia dari LDK yang kita buat dan diskusi–diskusi.
X : Kelebihan GMKI Komisariat FKM USU ?
Y : Rasa persaudaraan yang tinggi, terus adanya senior – senior kita yang masih bisa menopang, bukan hanya tentang organisasi saja tetapi dalam hal perkuliahan juga mereka mau membantu dan kalau dilihat dari senior-senior kita yang baru selesai kuliah mereka juga mau membantu mempermudah mencari lapangan pekerjaan.
X :Harapan buat GMKI Komisariat FKM USU ?
Y :Yang pertama tetaplah dibangun komunikasi kita antar anggota, antar anggota dan pengurus komisariat sama senior, kedua kita sebagai anggota GMKI layaklah benar – benar berperan sebagai anggota GMKI dan Pengurus Komisariat berperan layaknya Pengurus Komisariat dan senior juga berperan layaknya senior. Kita bisa jadi teladanlah dikampus ini, kita kurangilah stigma negative yang diberikan mahasiswa lain, selain itu juga diperkuliahan kita juga serius jangan hanya organisasi. Soalnya GMKI kan gerakan mahasiswa, jadi itu juga masih tanggung jawab kita sebenarnya dikampus  ini supaya lahir kader – kader yang bermanfaat dan berintegritas.
GMKI Komisariat FKM USU GMKI Komisariat FKM USU Author

FACEBOOK