Our Diary.
to Share our Life Events

Kanker Payudara


Payudara merupakan mahkota berharga dari seorang wanita. Oleh karena itu setiap wanita perlu merawat dan mengetahui perubahan apa yang terjadi pada payudaranya. Karena jika tidak, sel kanker akan tumbuh di payudara, berkembang secara liar dan tidak terkendali sehingga menyebabkan kanker payudara.

Kanker payudara merupakan penyakit yang ditakuti oleh wanita. Kanker ini menempati urutan ke 2 dari 10 kanker yang sering diderita wanita setelah kanker serviks. Sebenarnya tidak hanya wanita, pria juga bisa terserang kanker payudara.

Siapa yang beresiko terserang kanker payudara?
  • Wanita diatas usia 30 tahun mempunyai resiko terkena kanker payudara. Dan wanita usia 50 tahun (setelah menopause) kemungkinan terkena kanker payudara akan semakin besar lagi.
  • Wanita yang mempunyai riwayat keluarga menderita kanker payudara akan bersesiko terkena kanker payudara sebesar 7%.
  • Tidak menikah atau menikah tetapi tidak mempunyai anak
  • Melahirkan anak pertama setelah usia 35 tahun
  • Terlalu cepat mengalami haid
Pada awalnya pertumbuhan sel kanker pada payudara tidak menunjukkan gejala yang khas. Namun bila sel kanker tersebut sudah berkembang dengan pesat maka akan terjadi perubahan pada payudara yaitu sebagai berikut : 
1.  Keluar darah atau cairan lain dari putting susu
2.  Pembengkakan pada putting
3.  Terjadi pembengkakan pada bagian tertentu payudara
4.  Terdapat benjolan padat, keras, tidak sakit, dan jika ditekan akan tidak bergerak. 
5.  Terdapat daerah hitam di sekitar payudara (areola) yang berkerut, berlipat atau bengkak.

Sebenarnya ada cara mudah yang dapat dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya perubahan yang terjadi pada payudara sebelum akhirnya kita mengetahui bahwa payudara kita terserang kanker payudara. Cara itu dinamai SADARI (pemeriksaan payudara sendiri).
 
Adapun tahapan-tahapannya sebagai berikut : 
  • Buka baju dan berdiri tegak di depan cermin dengan kedua lengan lurus ke bawah. Perhatikan apakah ada perubahan dari bentuk payudara seperti lekukan atau kerutan pada kulit payudara.
  • Angkat tangan diatas kepala dan lihat apakah ada tanda-tanda perubahan dari bentuk payudara. 
  • Tekan payudara memutar searah jarum jam dengan bidang datar dari ajri-jari yang dirapatkan. Dimulai dari posisi jam 12.00 pada tepi luar payudara, putar perlahan ke bagian dalam dan siakhiri pada bagian puting susu. ketika menekan periksalah apakah ada benjolan atau tidak.  
  • Pijat daerah sekitar putting. Perhatikan apakah ada yang berbeda seperti keluarnya cairan yang tidak.
  • Baringkan tubuh dengan punggung disangga bantal dan salah satu tangan di kepala. Gunakan tangan yang bebas untuk merasakan seluruh permukaan payudara dengan menekan.
Selain melakukan SADARI, cara lain yang dapat dilakukan untuk memeriksa payudara adalah dengan melakukan mammografi. Pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter. Bila sudah terkena kanker payudara maka cara pengobatan yang dilakukan adalah operasi, radiasi dan kemoterapi.

Ayo teman-teman kita memeriksa payudara kita sejak dini meskipun kita tidak termasuk dalam kelompok beresiko terserang kanker payudara. Apalagi bagi wanita yang termasuk kedalam kelompok beresiko.

Ayo teman-teman kita melakukan SADARI.
Ingat!! Jika pengobatan dilakukan pada kanker payudara stadium dini, tingkat kesembuhan mencapai 90-100%.

:)

GMKI Komisariat FKM USU GMKI Komisariat FKM USU Author

FACEBOOK